Pustaka Bergerak Cegah Covid-19 dengan Program Dasa Wisma

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pustaka Bergerak Indonesia di Lampung Selatan, ikut bersinergi dalam upaya meredam Coronavirus Disease (Covid-19), melalui program 10 Rumah Aman (Dasa Wisma).

Sugeng Hariyono, pegiat pustaka bergerak Motor Pustaka, menyebut kegiatan tersebut merupakan program Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Melalui program 10 rumah aman, Sugeng Hariyono yang juga pegiat Motor Pustaka itu berharap, setiap rumah bisa menjalankan protokol kesehatan. Program 10 rumah aman dilakukan melalui kegiatan pengukuran suhu tubuh warga menggunakan thermoscan atau Thermo gun. Melibatkan unsur desa dan Babinsa Koramil, setiap rumah akan ditempeli stiker 10 Rumah Aman.

Sugeng Hariyono (kiri), pegiat Pustaka Bergerak Indonesia melakukan kegiatan pemeriksaan tubuh bagi warga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, dalam upaya pencegahan Virus Covid-19, Sabtu (18/4/2020). -Foto: Henk Widi

Program dasa wisma untuk melawan Corona menjadi kegiatan yayasan sepuluhrumahaman.id. Bentuk kegiatan menciptakan zona hijau Covid-19 dilakukan secara bertahap, mulai level Rukun Tetangga (RT) hingga strata yang lebih besar. Sebab, pendataan kegiatan pengukuran suhu tubuh sekaligus menjadi sarana sosialisasi agar warga tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Motor Pustaka sebagai bagian dari Pustaka Bergerak Indonesia ikut mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19 dari level terbawah, mendatangi setiap rumah agar bisa diperiksa, sebab warga umumnya belum pernah mendapat pemeriksaan suhu tubuh,” terang Sugeng Hariyono, Sabtu (18/4/2020).

Melalui 10 Rumah Aman, Sugeng Hariyono menyebut ingin mengkampanyekan tanda pagar (Tagar) Bantu Pemerintah, Peduli Tetangga, Jaga Jarak. Program Pustaka Bergerak melalui rumah aman di Desa Pasuruan, menjadi bagian dari tiga kabupaten di Lampung yang mendapat program tersebut. Edukasi protokol kesehatan dengan tetap berada di rumah bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain melakukan kegiatan pengukuran suhu tubuh, relawan yang bergerak juga melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi 10 rumah. Dalam aplikasi tersebut bisa diperoleh terkait informasi mengenai Covid-19. Aplikasi terkait informasi Covid-19 menurutnya bisa diunduh dari laman www.covid19.go.id , nomor telepon 081133399000, call center 119. Selain itu warga bisa mengunduh aplikasi www.pedulilindungi id.

Kepala Desa Pasuruan, Sumali, menyebut bantuan program dari Pustaka Bergerak disambut positif desa setempat. Sebanyak 1162 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 3.959 jiwa di 8 dusun di desa tersebut akan didatangi dalam program 10 Rumah Aman. Kolaborasi antara pihak desa dan Pustaka Bergerak, melengkapi program yang dijalankan desa.

“Desa kami telah melakukan program pembuatan posko pencegahan Covid-19, penyemprotan disinfektan dan kini melalui program 10 rumah aman warga bisa langsung dicek suhu tubuhnya,” cetus Sumali.

Bantuan program yang dilakukan Pustaka Bergerak, KSP, Kominfo dan Yayasan Sepuluhrumahaman akan membantu pencegahan Covid-19.

Edukasi kepada masyarakat akan lebih efektif dengan mendatangi warga, ditandai penempelan stiker 10 rumah aman. Protokol kesehatan bagi pendatang untuk melalukan isolasi mandiri juga dilakukan. Sebab, di desa tersebut tercatat 119 orang dalam pemantauan (ODP) dan 77 orang telah melewati masa karantina mandiri selama 14 hari.

Sertu Yus Karyanto, Babinsa Koramil 421-03/Penengahan, menyebut personel TNI ikut serta dalam pelaksanaan program 10 Rumah Aman. Kepada masyarakat yang ada di rumah, ia menganjurkan agar tidak keluar rumah dalam kondisi tidak mendesak.

Babinsa disebutnya ikut mendukung desa dalam upaya pencegahan Covid-19. Sebelumnya, Babinsa juga ikut melakukan proses disinfeksi pada sejumlah rumah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Lihat juga...