Manisan Jipang Kreasi Warga Semarang
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Labu jipang yang selama ini hanya diolah untuk sayur atau lalapan, ternyata bisa dikreasikan menjadi manisan. Tekstur daging labu jipang yang cukup tebal, ketika sudah diolah rasanya mirip dengan Carica, manisan khas dari Dieng, Wonosobo.
Labu siam atau jipang sangat mudah didapatkan. Bisa dipastikan semua tukang sayur, pasar tradisional hingga supermarket, menjual jenis sayuran yang masuk tumbuhan suku labu-labuan (Cucurbitaceae) tersebut. Selain kaya serat, labu jipang juga kaya kandungan karbohidrat, vitamin dan asam folat.
“Manisan labu jipang cocok sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa. Selain rasanya manis dan segar, tekstur daging buahnya juga empuk,” papar salah seorang pembuat manisan labu jipang, Titi Widiyanti, di Semarang, Sabtu (25/4/2020).
Cara membuatnya pun mudah. Pertama, pilih buah labu jipang yang masih segar. Hal ini bisa dilihat dari warna buah yang masih hijau dan tidak layu. Kemudian, kupas labu jipang tersebut hingga benar-benar bersih.

“Sebelum dikupas, potong dahulu menjadi dua bagian. Dua bagian yang terpotong ini kemudian saling diusapkan berputar, sehingga nantinya keluar semacam busa getah berwarna putih. Baru kemudian dikupas,” terangnya.
Setelah dikupas dan dicuci bersih. Potong daging labu jipang tersebut berbentuk kotak, agar nantinya lebih mudah saat dimakan setelah menjadi manisan.
“Jangan lupa dicuci kembali, baru selanjutnya potongan labu jipang ini direndam dengan air yang sudah ditambahkan garam. Tujuannya untuk menghilangkan getah yang masih tertinggal,” terang ibu tiga anak tersebut.
Proses perendaman kira-kira 15 menit, untuk kemudian potongan labu jipang direbus dengan air mendidih.
“Proes perebusan ini jangan terlalu lama, sebab jika daging buah terlalu empuk, bisa hancur saat dibuat manisan. Namun juga sebaliknya, jangan terlalu mentah,” ungkapnya.
Cara untuk mengecek daging buah sudah sesuai, dengan cara menusuk menggunakan garpu atau tusuk gigi. Dalam proses perebusan tersebut, jangan lupa ditambahkan gula pasir dan citric acid atau jeruk nipis. Aduk terus sampai gula larut dan air lebih kental.
“Perbandingannya, untuk 300 gram potongan labu jipang, direbus dengan 700 mililiter air ditambahkan 200 gram gula pasir dan satu sendok teh citric acid. Rebus hingga air lebih kental, dan daging buah sudah matang,” lanjut Titi.
Lalu, tunggu hingga dingin, untuk selanjutnya olahan manisan labu jipang tersebut ditambahkan dengan sirup dan es batu. Bisa juga diberi selasih. Manisan labu jipang pun siap dinikmati untuk berbuka puasa.
“Manisan labu jipang ini juga memiliki nilai ekonomi. Kalau membuat cukup banyak bisa dijual. Caranya, manisan labu jipang cukup dimasukkan ke wadah seperti toples atau cup plastik, namun selama ini saya hanya untuk konsumsi sendiri atau dibagi ke teman dan tetangga,” terangnya.
Titi mengaku mempelajari pembuatan manisa labu jipang tersebut secara otodidak. Dirinya pun tidak segan berbagi resep dan manisan yang sudah jadi ke tetangga atau teman.
“Rasanya enak. Manis dan segar, cocok untuk berbuka puasa. Sebelumnya diberi, namun sekarang juga sudah bisa bikin sendiri. Anak-anak dan suami juga suka,” terang Nining, tetangga rumah.