KM Kelud Berhenti Beroperasi Dua Minggu

Kapal Pelni KM Kelud, yang membawa 40 ABK yang dinyatakan positif COVID-19, tiba di Pelabuhan Belawan, Senin (13/4/2020) pukul 20.32 WIB – Foto Ant

MEDAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Medan menghentikan sementara operasi KM Kelud, yang biasa melayani rute Tanjung Priok Jakarta, Batam, Tanjung Balai Karimun, Belawan Medan dan sebaliknya. Kapal diberhentikan operasi selama dua minggu.

Penghentian dilakukan setelah 40 Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Konfirmasi infeksi tersebut dari hasil menjalani tes cepat di Batam. “Kami akan melakukan portstay atau melabuhkan KM Kelud di Pelabuhan Belawan, Medan selama 14 hari untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” kata Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Medan, M Luthfi, Senin (13/4/2020).

Menghadapi pandemi COVID-19, Luthfi mengklaim, seluruh petugas kapal telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan. Serta menjalankan seluruh SOP kesehatan, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penanganan pandemi COVID-19. “Manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK,” tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 40 ABK KM Kelud yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan bersandar di Pelabuhan Batu Ampar Kota Batam dinyatakan positif COVID-19.  Kapal saat itu mengangkut penumpang sebanyak 111 orang. Sebanyak 31 orang penumpang turun di Pelabuhan Batu Ampar, 44 orang turun di pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan 36 orang turun di Pelabuhan Belawan.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh KKP Kelas 1 Khusus Batam terhadap ABK diketahui, salah seorang di antaranya yang berinisial TF, positif berdasarkan hasil tes cepat. Petugas kemudian melakukan tracing terhadap para penumpang dan ABK, hasilnya didapati 39 lainnya juga positif COVID-19.

Selanjutnya, TF dirujuk ke RSBP Batam untuk menjalani isolasi, sementara 39 orang lainnya dievakuasi ke RS Infeksi Khusus Galang dengan menggunakan 1 unit Hiace Ambulance KKP dan 1 unit Bus Trans Pemko Batam dikawal Foredes dari Denpom 1/6 Batam.

Sementara penumpang lainnya dengan tujuan Pelabuhan Belawan tiba pada Senin malam. Setibanya di pelabuhan, para penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes cepat COVID-19. Sebanyak 56 penumpang Kapal Pelni KM Kelud akan menjalani proses karantina sementara di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III di Desa Sei Karang, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, seluruh penumpang dan ABK akan dikarantina sementara selama kurang lebih tiga hari. Namun, apabila hasil rapit test positif COVID-19, maka akan langsung diisolasi di rumah sakit. “Apabila hasil rapid test negatif, maka para penumpang dikarantina di PTPN III di Desa Sei Karang sedangkan para ABK akan dikarantina di kapal,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Belawan. (Ant)

Lihat juga...