Jakarta PSBB, Penyaluran Paket Sembako oleh Food Station Sebulan Dua Kali

Petugas kepolisian melakukan kunjungan ke ruang produksi PT Food Station Tjipinang Jaya, dalam rangka pengecekan kesiapan pangan di Jakarta – Foto Ant

JAKARTA – PT Food Station menyampaikan penyaluran paket sembilan bahan pokok (Sembako) untuk warga yang membutuhkan dilakukan sebulan dua kali, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan angka sekira 3,7 juta orang, yang akan dibantu selama pemberlakukan PSBB. Dengan perincian 1,1 juta oleh Pemprov DKI Jakarta dan 2,6 juta orang tanggung jawab Pemerintah Pusat.

Bantuan yang akan diterimakan beruoa paket berisi empat hingga lima item, masing-masing seberat lima kilogram. “Jadi pendistribusiannya sebulan dua kali. Ini akan dikerjakan bersama-sama. Karena tidak ada orang yang bisa mengerjakannya sendiri,” kata Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, Senin (13/4/2020).

Hingga saat ini diklaimnya, belum ada perintah khusus bagi BUMD DKI Jakarta itu. Namun Arief mengatakan, dalam skema distribusi pangan bagi warga terdampak PSBB, Food Station dan PD Dharma Jaya, bertugas untuk menyiapkan produk. Sementara di hilirnya ada Perumda Pasar Jaya yang akan mengantarkannya sampai ke masyarakat. “Nanti jika ada penugasan baru, penugasannya apa kami kerjakan saja,” jelasnya.

Sebelum ada status PSBB, Arief mengatakan, pihaknya sudah mengerjakan paket sembako yang berisi empat hingga lima barang terdiri dari beras, gula, terigu, hingga minyak. “Berbagai jenis yang kami sediakan, karena kan ada yang sifatnya komersial dan ada yang sifatnya membantu dan ini jumlahnya ratusan ribu paket,” jelasnya.

PSBB di Jakarta, telah dimulai sejak Jumat (10/4/2020) lalu dengan berbagai pembatasan mulai dari meliburkan sekolah, pembatasan kegiatan di lingkungan kerja, pembatasan transportasi publik (jadwal dan penumpang), penutupan tempat wisata, pembatasan kegiatan ibadah, pembatasan kegiatan di luar rumah dan keharusan menggunakan masker. Hal itu dilakukan bertujuan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Ant)

Lihat juga...