Kekurangan APD, RSUD Pariaman Belum Siap jadi Rujukan Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PARIAMAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pariaman sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.
Namun ada berbagai persoalan yang dikeluhkan oleh pihak rumah sakit, yakni tidak dilengkapinya alat pelindung diri (APD) serta adanya keresahan oleh masyarakat, mengingat RSUD Pariaman berada di jantung pusat Kota Pariaman.
RSUD Pariaman dipersiapkan sebagai bentuk upaya pemerintah mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi penanganan pasien Covid-19 di luar kemampuan rumah sakit yang ada saat ini. Selain di Pariaman, RSUD Rasyidin Kota Padang juga ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan.
Direktur RSUD Pariaman, dr. Indria Velutina, mengakui bahwa kini dengan adanya penunjukan RSUD Pariaman jadi rumah sakit rujukan menuai polemik di lingkungan masyarakat dan intern RSUD Pariaman.

Saat ini beranjak dari keputusan Pemprov Sumatera Barat telah menimbulkan kecemasan bagi masyarakat sekitar.
Sedangkan untuk intern dari RSUD Pariaman, kecemasan cenderung terkait APD yang belum sesuai dengan SOP penanganan pasien Covid-19. Sejauh ini yang dimiliki RSUD Pariaman effect domino yang akan sampai ke pasien non-covid.
“Penanganan pasien Covid-19 itu tidak bisa asal-asalkan. Jika tidak siap dan tidak serius, dokter yang menangani bisa tertular virus Covid-19,” katanya, Jumat (3/4/2020).
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumatera Barat, Benny
Warlis, mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mengharapkan peran rumah sakit dan saat ini tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.
Ia menyebutkan pemerintah sangat mengharapkan perhatian dan dukungan pengabdian seluruh tenaga kesehatan dalam penanganan antisipasi penyebaran wabah Covid-19. Wabah Covid-19 merupakan persoalan bangsa yang mesti ditangani bersama-sama.
Benny Walis juga menyampaikan pemerintah provinsi Sumatera Barat saat ini tengah serius melakukan berbagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat. Menyiapkan berbagai lokasi-lokasi fasilitas yang diperuntukkan dalam penanganan ODP, PDP dan Positif Covid-19.
“Semua peralatan APD akan dilengkapi oleh kelengkapan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur dari tahapan Covid-19 pada rumah sakit khusus. Sedangkan pasien biasa yang saat ini berada di RSUD Pariaman, akan coba dialihkan ke RSUD yang dekat dengan Pariaman,” jelasnya.
Benny Warlis menegaskan, penetapan Rumah Sakit Pariaman sebagai rujukan penanganan Covid 19 merupakan salah satu upaya persiapan dalam menghadapi kondisi terburuk dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat.
“Jadi untuk RSUD Pariaman itu, bisa dikatakan cadangan, apabila rumah sakit yang ada kini penuh. Barulah RSUD Pariaman digunakan untuk penanganan pasien Covid-19,” ungkapnya.