Jelang Ramadan, Warga Bandar Agung Gelar Tradisi Bersih Masjid

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hadapi bulan suci Ramadan, sejumlah warga di Lampung Selatan (Lamsel) melakukan tradisi bersih masjid.

Unyil, demkian nama akrabnya, anggota Remaja Islam Masjid (Risma) Nurul Janah Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi menyebut pembersihan masjid  rutin dilakukan. Namun jelang Ramadan pembersihan skala besar dilakukan.

Sebelumnya pembersihan masjid dilakukan dengan mencuci sajadah, karpet. Pembersihan rutin dilakukan selama masa pandemi Coronavirus (Covid-19) sebab warga masih tetap menjalankan salat di dalam masjid. Beberapa bagian masjid seperti lantai, kaca jendela, kipas angin tidak luput dibersihkan oleh anggota Risma.

Karpet yang digunakan sementara digulung untuk dibersihkan dengan vacuum cleaner menghadapi Ramadan, Kamis (23/4/2020) – Foto: Henk Widi

Sesuai protokol kesehatan anggota Risma yang membersihkan masjid menggunakan masker. Masker yang diperoleh dari komunitas Kobar Lamsel tersebut digunakan untuk menjaga paparan debu sekaligus pencegahan Corona.

Selain pembersihan normal dengan menyapu, mengepel penyemprotan disinfektan dilakukan pada sejumlah titik.

“Pembersihan masjid sebetulnya rutin dilakukan setiap pekan namun semenjak ada pandemi Corona pembersihan menggunakan cairan disinfektan agar kebersihan di area tempat ibadah tetap terjaga,” ungkap Unyil saat ditemui Cendana News, Kamis (23/4/2020).

Tradisi bersih masjid menurut Unyil dilakukan dengan tetap menjaga jarak (social distancing dan physical distancing). Selama proses pembersihan masjid anggota Risma juga dianjurkan untuk membersihkan tangan dengan sabun.

Pada kondisi normal usai pembersihan masjid akan dilakukan ziarah makam dan tradisi bersih diri (padusan).

Tradisi padusan yang kerap dilakukan pada sejumlah sungai, pantai tahun ini tidak dilakukan. Sebab mengikuti imbauan pemerintah kegiatan tersebut bisa dilakukan di rumah masing masing.

Sebab tradisi padusan kerap dilakukan dengan berkerumun serta melibatkan orang banyak. Sementara larangan berkumpul telah diimbau tidak boleh dilakukan.

“Tradisi membersihkan masjid tetap dilakukan karena kami tetap akan menjalankan punggahan setelah tarawih,” jelas Unyil.

Muhamir Hisam, tokoh agama di Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung menyebut tradisi pembersihan masjid tetap dilalukan. Pembersihan masjid Nurul Janah dilakukan oleh anggota Risma yang juga siswa Pesantren Karomah Jabal Tsur.

Muhamir Hisam, tokoh agama di Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan saat ditemui Cendana News, Kamis (23/4/2020) – Foto: Henk Widi

Sebagian siswa pesantren yang juga anggota Risma rutin membersihkan masjid sejak Corona melanda.

Sebagai ustaz di masjid Nurul Janah, Muhamir Hisam menyebut jamaah tetap akan menjalankan salat tarawih. Ia memastikan warga di sekitar masjid tidak berasal dari luar wilayah atau pendatang.

Selain itu Pemerintah Kecamatan Sragi mengeluarkan surat edaran nomor:443/108/VII.10/2020. Sejumlah imbauan diantaranya mengatur pelaksanaan salat tarawih.

“Diputuskan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan salat tarawih tetap dilakukan dengan protokol kesehatan,” bebernya.

Sejumlah protokol kesehatan yang dijalankan diantaranya saat salat tarawih jamaah dianjurkan cuci tangan, memakai masker.

Selama ibadah salat tarawih dijalankan dianjurkan menjaga jarak 1 meter dan dianjurkan jamaah wajib membawa sajadah sendiri. Cara tersebut dilakukan untuk mencegah mata rantai Covid-19.

Muhamir Hisam juga menyebut kegiatan Peantren Karomah Jabal Tsur sementara ditiadakan. Pada kondisi normal siswa berjumlah puluhan orang melaksanakan kegiatan belajar setiap sore.

Kegiatan belajar ilmu agama menuritnya tetap bisa dilakukan di rumah siswa tanpa tatap muka di kelas. Selama masa pandemi Covid-19 siswa diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan mengikuti anjuran pemerintah.

Lihat juga...