FISIP Unsoed Bantu Sembako Mahasiswa yang Tak Bisa Pulang
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PURWOKERTO — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menginisiasi pemberian bantuan sembako untuk para mahasiswa dari luar daerah yang tertahan dan tidak bisa pulang ke kampung halaman.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unsoed, Tri Wuryaningsih mengatakan, para dosen merasa prihatin dan khawatir jika para mahasiswa tersebut kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah pandemi Covid-19.
“Kurang lebih ada 100 mahasiswa FISIP yang masih bertahan di tempat kos dan tidak bisa pulang ke rumah masing-masing. Walaupun kegiatan perkuliahan dilakukan secara online, namun mereka tidak bisa pulang kampung karena berbagai hal,” terang Tri Wuryaningsih, Kamis (16/4/2020).
Dalam mengumpulkan data para mahasiswa yang masih bertahan di kos-kosan ini, dosen FISIP bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Masing-masing HMJ melakukan pendataan pada jurusan mereka, kemudian dilakukan validasi dan baru diserahkan kepada dosen. Di FISIP Unsoed sendiri ada lima jurusan yaitu Jurusan Sosiologi, Hubungan Internasional (HI), Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik.
“Kita mendapat data dari HMJ dan pemberian bantuan sembako mengacu pada data tersebut. Donasi kita kumpulkan dari para dosen FISIP,mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi dan para alumni. Semoga bantuan ini bisa rutin kita lakukan secara berkala,” kata dosen yang biasa disapa Ibu Triwur ini.
Bagi Triwur, para mahasiswa tersebut sudah seperti anak sendiri, sehingga kesulitan yang dialami mahasiswa, akan mengusik hati dan pikirannya. “Bisa membantu mereka, walaupun sekedarnya, itu sudah membuat kami sedikit lebih tenang, karena mereka sudah seperti keluarga, seperti anak sendiri. Kita juga selalu mengingatkan mereka untuk mematuhi imbauan pemerintah, tetap berada di kos-kosan, kurangi aktivitas di luar dan sebagainya. Sebab, mereka jauh dari keluarga, siapa lagi yang mengingatkan dan memantau jika bukan kami,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa yang menerima bantuan sembako, Muhammad Jabalasyamtaqy Albara menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dosen. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan anak kos.
“Bantuan berupa beras, mie instan, telur sampai dengan hand santizer ini sangat berarti bagi kami,” kata mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ini.
Muhammad Jabalasyamtaqy juga mengungkapkan rasa harunya, awalnya ia merasa akan merasa sendirian dan hidup susah sampai dengan Lebaran nanti, sebab ia bukan warga Kabupaten Banyumas dan tidak mendapat bantuan apapun. Namun, ternyata masih ada orang yang peduli dan ingat akan keberadaannya.