Empat Orang Positif Covid-19 di Probolinggo Dalam Kondisi Sehat
PROBOLINGGO – Sebanyak empat orang yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kondisinya dinyatakan sehat.
Kendati demikian, kondisi kesehatannya terus dipantau oleh tim tenaga medis di rumah sakit setempat. “Sampai saat ini kondisi orang yang dinyatakan positif COVID-19 masih tetap sehat dan dijaga pola makannya dengan harapan bisa segera negatif,” kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto, Minggu (12/4/2020).
Empat warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 merupakan klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya beberapa pekan lalu. Keempatnya berasal dari Desa Bayeman-Kecamatan Tongas, Desa Prasi-Kecamatan Gading, Desa Jabungsisir-Kecamatan Paiton dan Desa Alaspandan-Kecamatan Pakuniran. “Semua ada waktunya, virus itu tidak akan ada selamanya. Kalau daya tahan tubuh bisa melawan dengan baik dan kekebalan bisa melawan dengan baik, maka virus itu akan mati. Seperti influenza tidak akan selama itu, tergantung dari daya tahan tubuh,” tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, diharapkan masyarakat tidak memberikan stigma buruk kepada mereka yang terpapar COVID-19. “Siapapun yang sakit tidak akan pernah menginginkan itu. Jadi kalau tiba-tiba didzolimi di luar dan di media sosial dikomentari macam-macam, memangnya siapa yang menjamin orang yang menulis itu suatu saat tidak pernah resiko,” tandasnya.
Hingga Minggu 912/4/2020) malam, Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo mencatat ada tambahan satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tongas. Saat ini ada 12 orang PDP, terdiri dari satu orang dalam perawatan, enam orang sehat dan lima orang meninggal dunia.
“PDP tambahan itu berusia 80 tahun erasal dari Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu yang mempunyai riwayat perjalanan dari daerah epicentrum COVID-19 di Surabaya dengan gejala sesak napas hingga dirawat di RSUD Tongas Probolinggo,” tuturnya.
Sementara itu, satu orang PDP berusia 50 tahun asal Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu meninggal dunia Sabtu (11/4/2020) malam. Perempuan yang mempunyai riwayat perjalanan dari epicentrum Lumajang dan pernah kontak dengan PDP di Lumajang itu memiliki banyak penyakit bawaan. “Kami lakukan rapid test corona dan hasilnya sudah negatif, serta cenderung bukan karena faktor sakit dugaan COVID-19, namun secara prosedural dalam situasi seperti ini tetap dianggap sebagai pasien dengan penyakit infeksius,” pungkasnya. (Ant)