COVID-19 di NTB Tembus 180 Kasus, Didominasi Mataram dan Lobar
MATARAM – Kasus positif Corona Virus Desease atau COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga, Sabtu (25/4/2020) mencapai 180 orang. Jumlah tersebut setelah ditambah 15 kasus positif baru.
Daerah penyumbang tertinggi kasus positif adalah Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar). “Sabtu (25/4/2020) ini telah dilakukan pemeriksaan 81 sampel swab, dengan hasil 66 sampel negatif dan 15 sampel kasus baru positif COVID-19,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi, Sabtu (25/4/2020).
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 NTB itu menyebut, kasus baru positif tersebut berasal dari Kota Mataram enam orang, Lombok Barat tujuh orang dan Lombok Tengah dua kasus.
Berbicara mengenai sebaran kasus COVID-19, dari 10 kabupaten dan kota di NTB, Kota Mataram menempati peringkat pertama, dengan penyumbang kasus COVID-19 tertinggi. Berdasarkan, data sampai Sabtu (25/4/2020) kasus COVID-19 di Kota Mataram mencapai 55 kasus.
Kemudian di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ada 25 kasus, dan Kabupaten Dompu ada 23 kasus. Ditempat keempat ada Lombok Timur dengan 16 Kasus, Lombok Tengah 11 kasus, Kabupaten Bima 10 kasus, Kabupaten Sumbawa sembilan kasus, Lombok Utara tiga kasus dan Kota Bima dua kasus. “Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah dengan kasus positif COVID-19 terendah, hanya satu kasus,” jelasnya.

Sementara itu pada Sabtu (25/4/2020), tercatat ada satu orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali menyatakan negatif. “Satu orang yang telah sembuh tersebut, yakni pasien nomor 90, inisial SMP (57) laki-laki warga Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat,” jelas Gita.
Dengan tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19, 1 orang tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru. Maka jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi NTB sampai Sabtu (25/4/2020) ada 180 orang, dengan perincian 21 orang sudah sembuh, empat meninggal dunia, serta 155 orang masih positif. “Semua pasien dalam keadaan baik,” terangnya.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan COVID-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama pemerintah kabupaten dan kota, terus melakukan kordinasi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di NTB. (Ant)