5 OTG Eks Lambelu di Sikka Pilih Karantina Terpusat

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebanyak 179 Orang Tanpa Gejala (OTG) bekas penumpang kapal Lambelu yang dipulangkan ke rumah dan menjalani karantina mandiri, sebanyak 21 orang yang menjalani karantina terpusat di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka,  Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari 21 orang tersebut, 5 orang memilih menjalani karantina terpusat karena kondisi rumah mereka tidak memungkinkan untuk menjalani karantina mandiri karena jumlah kamar di rumah tidak memadai.

“Kondisi rumah mereka kecil sehingga tidak memungkinkan untuk menjalani karantina mandiri sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Peterus Herlemus, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Senin (27/4/2020).

Petrus mengatakan, sebelum dipulangkan Jumat (24/4/2020) pihaknya menawarkan apabila kondisi rumah tidak memungkinkan dan ada penolakan dari warga maka peserta karantina bisa menjalani karantina terpusat di kota Maumere.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui di Posko Covid-19, Senin (27/4/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Selain bekas kantor bupati Sikka yang sempat ditempati beberapa waktu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bisa menampung 40 orang.Ada juga kata dia,gedung Sikka Convention Center (SCC) yang kosong dan bisa menampung 100 orang lebih.

“Memang kita sudah sampaikan sebelumnya kalau karatina mandiri lanjutan selama 14 hari tidak bisa dilaksanakan maka mereka bisa melanjutkan karantina di tempat yang kami siapkan,” ujarnya.

Selain itu Petrus mengatakan, sebanyak 16 OTG lainnya belum dijemput pemerintah desa dan kecamatan karena belum ada kesepakatan dengan warga.

Hari ini Senin (27/4/2020) lanjutnya, ada seorang pelaku perjalanan dari Jakarta asal dari desa persiapan Waturia yang tidak menjalankan karantina mandiri secara benar sehingga dijemput di rumahnya.

“Tadi kami menjemput seorang remaja pelaku perjalanan yang baru dari Jakarta. Dia hanya 5 hari menjalani karantina mandiri lalu berkeliaran di luar rumah sehingga warga resah dan melaporkan kepada kami,” tuturnya.

Lelaki yang bernama Hendrikus Stephen Aswat ini, sebut Petrus, baru tiba dari Jakarta Senin (13/4/2020) menggunakan pesawat.

Dirinya tidak menjalankan karantina mandiri secara benar sehingga dibawa untuk menjalani karantina terpusat di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Semua warga yang tidak menjalani karantina mandiri secara benar di rumah maka tim Covid-19 kabupaten akan menjemput dan membawa mereka untuk karantina terpusat agar jangan meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu dr. Asep Purnama dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere yang menangani pasien Covid-19 meminta agar peserta karantina baik mandiri dan terpusat agar menjalani apa yang diimbau pemerintah.

Bila masa karantina dijalankan secara benar, kata Asep, maka bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga bila karantina di rumah maka tidak menularkannya kepada anggota keluarganya.

“Memang kita harus tegas agar mereka yang menjalani karantina bisa melaksanakannya dengan baik sesuai protokol kesehatan yang disampaikan,” pungkasnya.

Lihat juga...