Tips Sehat Jalani Puasa bagi HD dan Penderita Ginjal

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pengidap penyakit ginjal dinyatakan dapat melaksanakan ibadah puasa, dengan melihat jenis penyakit ginjal yang diderita dan tingkat keparahan penyakit. 

dr Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P, FINASIM, KIC menyatakan para pengidap penyakit ginjal jika ingin berpuasa, harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya.

“Saat seseorang memiliki penyakit ginjal atau yang sudah menjalani tindak hemodialisis atau cuci darah, yang perlu diperhatikan saat puasa adalah kecukupan protein, air dan garam. Cukup, bukan berlebih,” kata Ceva saat dihubungi, Senin (27/4/2020).

Ceva menjelaskan untuk kebutuhan protein per hari, seorang penderita ginjal dan hemodialisis memiliki takaran yang berbeda. Sama halnya dengan takaran asupan air.

“Untuk protein, bagi penderita penyakit ginjal adalah 0,5-0,6 gram per kilogram berat badan. Jika sudah HD (Hemodialisis) maka kecukupannya adalah 0,8 gram per kilogram berat badan,” ujarnya.

Sementara untuk kecukupan air adalah sebanyak urin per hari atau kurang lebih satu gelas, jika belum HD.

“Jika sudah HD secara rutin, kecukupannya adalah 1 liter per hari. Atau sesuai dengan kebiasaan sehari-hari,” ujar Ceva lebih lanjut.

Ia juga menyatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para penderita ginjal dan HD saat melakukan puasa.

“Hindari makanan kaya kalium. Seperti kurma, pisang, jeruk, mangga, tomat, kentang dan okra. Yang dianjurkan itu, nasi, roti, apel, nanas, pir, ceri, brokoli dan wortel. Pilih makanan yang kaya kalsium,” urai Ceva.

Ia juga menegaskan bahwa makanan yang dikonsumsi diupayakan untuk direbus saja, tidak digoreng dan hindari makanan berlemak.

“Jangan lupa untuk periksa ke dokter. Intervalnya lebih sering kalau untuk saat berpuasa. Terutama, jika mengalami bengkak di beberapa bagian tubuh, merasa pusing susah bernapas dan kelelahan,” pungkasnya.

Tuti, salah seorang pasien cuci darah di RS Haji menyatakan, dirinya sudah menjalani cuci darah seminggu dua kali, selama 1 tahun terakhir.

“Awalnya masih gagal ginjal. Ginjal kiri saya sudah tidak berfungsi, yang kanan masih 60 persen. Tapi setahun lalu, menurun hingga 40 persen, dan diminta cuci darah,” ujarnya.

Sejauh ini, Tuti mengaku tidak ada kendala untuk kegiatan  cuci darah. Dan ia juga menyatakan tetap puasa kalau tidak sedang jadwal HD.

Lihat juga...