Warga DCML Kedungkandang Rasakan Manfaat Pinjaman Modal Kita
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MALANG — Kehadiran pinjaman Modal Kita sebagai bentuk Transformasi Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang digagas Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) terus memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya mereka yang memiliki usaha.
Kusuma Dewi (44) adalah satu di antara sekian banyak warga di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkan, yang telah merasakan manfaat pinjaman Modal Kita untuk mengembangkan usaha toko klontong, yang sudah dirintisnya selama dua tahun belakangan ini.
“Sebelum mendapatkan pinjaman saya sudah punya usaha, tapi belum sebesar sekarang. Alhamdulillah, setelah mendapatkan pinjaman Modal Kita, bisa saya gunakan sebagai tambahan modal untuk membesarkan usaha,” jelasnya saat ditemui Cendana News di rumahnya, Jumat (20/3/2020).
Tercatat, Dewi telah mengajukan dua kali pinjaman, senilai dua juta untuk pinjaman pertama dan lima juta rupiah pada pinjaman kedua.
“Pinjaman sudah dua kali ini. Pertama dua juta rupiah dengan cicilan 200 ribu per bulan selama satu tahun dan sudah lunas. Kemudian mengajukan pinjaman lagi sebesar lima juta rupiah dengan cicilan 500 ribu per bulan,” sebut Ibu dua anak yang juga berprofesi sebagai baby sitter rumahan tersebut.
Selain diwujudkan berupa barang dagangan, uang senilai lima juta rupiah pada pinjaman ke dua tersebut dimanfaatkan Dewi untuk membeli etalase.
“Kemarin waktu pinjaman yang pertama itu etalase saya hanya satu, sehingga otomatis barang dagangannya cuma sedikit. Alhamdulillah setelah mendapatkan pinjaman Modal Kita yang kedua bisa untuk membeli etalase supaya barang dagangan yang dijual semakin banyak,” akunya.
“Kemarin saya sudah mencoba kulakan barang dari Warung Kita, Alhamdulillah harganya lumayan lebih murah dibandingakan harga di pasaran,” imbuhnya.
Menurut Dewi, pinjaman Modal Kita memang sangat membantu untuk pengembangan usaha, terutama bagi mereka yang ingin atau baru memulai sebuah usaha.
“Kedepan jika ada pinjaman lagi, harapannya kalau bisa jangan satu tahun temponya, tapi bisa lebih lama. Apalagi kalau pinjamannya di atas sepuluh juta,” pungkasnya.
Disebutkan, selain memiliki usaha toko kelontong, Dewi juga biasa berjualan bunga buatan, tas, dompet dan berbagai macam aksesoris.