Tempat Wisata Tanjung Kajuwulu di Sikka, Minim Fasilitas
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Kajuwulu merupakan sebuah destinasi wisata di Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara saat hari libur termasuk wisatawan dari kabupaten tetangga seperti Flores Timur dan Ende.
Meski demikian, beberapa fasilitas yang dibangun Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka sejak tahun 2017 banyak yang masih belum lengkap dan berfungsi dengan baik sehingga menyulitkan wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini.
“Sudah dilakukan pengerjaan sumur bor dan dibangun penyaring serta bak air. Tapi airnya tetapi belum bisa mengalir hingga ke kamar mandi dan WC yang telah dibangun,” kata Arnoldus Langga Woda, penjaga pantai wisata Tanjung Kajuwulu, Minggu (15/3/2020).

Arnoldus mengatakan, sebelumnya tempat wisata di bukit karang ini hanya bebatuan cadas yang menjorok ke selat yang berada di depannya dan dipenuhi rerumputan sehingga hanya sedikit saja wisatawan yang tertarik ke tempat ini.
Tahun 2017 akhir, Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, sebutnya, membangun beberapa lopo atau tempat beristirahat serta membuat tangga-tangga untuk memudahkan pengunjung berjalan hingga ke bibir tebing.
“Selain lopo, juga dibangun kios penjualan cinderamata dan tempat parkir. Selain air, pagar pembatas juga tidak ada sehingga banyak kambing yang masuk ke areal wisata ini,” ungkapnya.
Sebelum itu, jelas Arnoldus, pihak pemilik tanah ulayat mengelola sendiri tempat wisata ini dan pemerintah juga sudah membuat draft kerja sama mengelolanya namun draft tersebut belum ditandatangani antara pemerintah dan pemilik tanah.
Dalan rancangan kerja sama ini, jelasnya, Dinas Pariwisata mengusulkan sistem bagi hasil di mana 50 persen untuk Dinas Pariwisata sementara sisanya dibagi antara pihak Desa Magepanda dan pemilik tanah ulayat.
“Masih banyak fasilitas yang perlu dilengkapi seperti banana boat dan wahana permainan air lainnya juga jet ski. Sudah ada tempat parkir kendaraan tetapi harus dibuatkan pagar dan portal di pintu masuk,” harapnya.
Arnoldus mengatakan, saat hari minggu dirinya bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp500 ribu sementara hari libur atau hari minggu bisa meraih pemasukan hingga Rp1 juta bahkan lebih.
“Saya berharap pemerintah bisa membangun rumah makan dan juga penginapan. Banyak pengunjung yang selalu menanyakan ada atau tidaknya rumah makan,” sebutnya.
Teresia Clara, salah seorang pengunjung mengakui senang berkunjung ke tempat ini, sebab selain ke Tanjung Kajuwulu bisa juga mendaki Tangga Seribu dan Bukit Salib serta mandi di laut yang berpasir putih di mana semuanya berada di areal Desa Magepanda.
Clara berharap pemerintah bisa membangun lagi fasilitas pendukung seperti rumah makan dan juga kamar mandi dan wc yang airnya selalu tersedia, karena itu merupakan fasilitas penting yang harus dimiliki sebuah tempat wisata.
“Kalau tidak datang membawa makanan maka paling-paling hanya bisa membeli air minum dan biskuit yang dijual pedagang kaki lima di tempat ini. Tempat wisatanya menarik dan sangat bagus untuk tempat berfoto apalagi saat musim panas karena bukit savananya sangat indah,” ujarnya.