Sektor Pariwisata di Lamsel Sepi Terimbas Corona
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Pandemi virus corona (Covid-19) ikut berdampak bagi sektor pariwisata di Lampung Selatan (Lamsel). Sejumlah objek wisata destinasi wisatawan domestik dan mancanegara yang kerap ramai mulai sepi.
Suhada, nahkoda kapal motor Karya Usaha di pulau Canti,Kecamatan Rajabasa menyebut wisatawan yang datang ke Pulau Sebesi sepi. Dibandingkan tiga tahun sebelumnya sejumlah wisatawan yang berniat ke Pulau Sebesi cukup tinggi.
Pengurangan kunjungan ke Pulau Sebesi yang dekat dengan Gunung Krakatau sudah terjadi sejak tsunami Desember 2018 silam. Penurunan tersebut semakin bertambah dengan munculnya virus corona. Sebab virus itu berimbas minat wisatawan bepergian berkurang.
Normalnya, Suhada mengaku wisatawan yang ke Pulau Sebesi ingin menikmati pemandangan alam. Terlebih di Pulau Sebesi tersedia fasilitas penginapan, homestay bagi wisatawan. Pulau Umang tepat berada di dekat Pulau Sebesi sebagai destinasi favorit jadi pilihan menikmati keindahan alam bawah laut. Kunjungan diakuinya berasal dari wisatawan domestik dan mancanegara.
“Sebagian wisatawan berasal dari luar negeri kadang berangkat dari Pantai Carita di Banten dan dermaga Canti namun semenjak tsunami dua tahun lalu ditambah virus corona berimbas kunjungan wisatawan sepi,” ungkap Suhada saat ditemui Cendana News, Minggu (15/3/2020).

Suhada menambahkan kerap mengantar wisatawan, kini ia hanya melayani warga lokal. Sebab kapal kayu lintas dermaga Canti ke Pulau Sebesi melayani penumpang pukul 07.00 pagi dan 13.00 setiap hari. Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang akan berbelanja ke Pulau Sumatera memanfaatkan moda transportasi kapal kayu. Menurunnya wisatawan ikut memengaruhi penghasilan.
Dalam sehari ia menyebut melayani penumpang 20 hingga 25 orang termasuk kendaraan. Selain penumpang warga yang akan pulang bekerja sebagian penumpang merupakan warga yang akan berbelanja. Berbagai barang belanjaan dari pasar tradisional di Pulau Sumatera akan dibawa ke Pulau Sebesi untuk dijual kembali.
“Pelayanan bagi wisatawan nyaris tidak ada karena minat untuk bepergian ke objek wisata ikut menurun,” cetusnya.
Sebelumnya wisatawan yang ke Pulau Sebesi dominan berniat ingin melihat Gunung Anak Krakatau (GAK). Gunung yang meletus berimbas tsunami di Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018 silam ikut berimbas penurunan minat wisatawan. Terlebih adanya larangan kunjungan ke gunung aktif yang ada di Selat Sunda. Kalaupun masih ada ia menyebut kunjungan hanya sebatas menikmati alam Pulau Sebesi dan Pulau Umang.
Jumlah wisatawan berkunjung ke objek wisata di Lamsel diakui Rohmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau. Ia menyebut objek wisata Pantai Belebuk dan Pulau Mengkudu hanya dikunjungi wisatawan lokal. Ia bahkan menyebut wisatawan Eropa terakhir ke Pulau Mengkudu datang empat bulan silam. Semenjak adanya virus Covid-19 ia menyebut ikut berpengaruh pada sektor pariwisata.
Ia berharap keadaan makin membaik,sebab virus Covid-19 ikut berpengaruh bagi sejumlah sektor. Fokus masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mengurangi perjalanan berimbas kunjungan wisatawan menurun. Saat akhir pekan, Rohmat menyebut meski ada kunjungan namun tidak seramai sebelum ada Covid-19.