TAIP Terus Jalankan Amanah Ibu Tien Lestarikan Anggrek
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP) kembali menggelar pameran anggrek sebagai wujud amanah dari Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto, pemakarsa dibangunnya TAIP. Pameran yang diikuti 40 peserta ini digelar di area parkir TAIP mulai tanggal 10 Meret hingga 10 April 2020 mendatang.
Kepala Laboratorium TAIP, Budi Rustanto, mengatakan pameran anggrek dan tanaman hias ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya hingga tiga kali.
Menurutnya, pameran anggrek ini digelar atas permintaan pemRakarsa TAIP, yaitu Ibu Tien Soeharto. Pengelolaan TAIP ini berada di bawah Yayasan Harapan Kita (YHK).
“Pameran anggrek digelar sejak Ibu Tien Soeharto masih hidup. Pameran ini digelar setiap tahun sesuai amanah Ibu Tien Soeharto, TAIP harus merangkul petani anggrek, mempromosikan anggrek Indonesia,” kata Budi, kepada Cendana News, Senin (23/3/2020).
Kegiatan ini diadakan juga sebagai pembinaan bagi para petani anggrek dan pegadang anggrek. Diharapkan setelah mengikuti pameran di TAIP, mereka masih eksis melestarikan dan mengembangbiakkan anggrek-anggrek khas Indonesia.
“TAIP eksis mengemban amanah Ibu Tien Soeharto, yaitu agar melestarikan, membudidayakan anggrek Indonesia agar tidak punah. Salah satunya lewat pameran ini dengan merangkul petani anggrek,” jelasnya.
Khusus bulan Maret dan April ini, pameran yang sekaligus promo anggrek ini digelar dalam rangka perayaan HUT TAIP dan TMII.
“TAIP ini dibangun atas ide cemerlang Ibu Tien Soeharto, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1993. Jadi, kita tetap lestarikan TAIP, karena itu peninggalan almarhumah Ibu Tien Soeharto yang harus selalu dipelihara. Ya, dengan menggelar pameran anggrek ini,” ujarnya.
Dia menegaskan, bahwa TAIP ini warisan pemikiran visioner seorang Ibu Negara Tien Soeharto yang jauh ke depan, hingga memberikan amanah agar promo atau pameran anggrek terus diadakan. Dengan mengajak para petani dari pemula hingga kolektor.
Terbukti pameran ini diikuti tidak hanya oleh pedagang atau petani yang setiap hari berdagang anggrek di kavling TAIP. Tapi juga petani se-Jabodetabek, bahkan ada dari luar kota, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan lainnya.
Acara ini, jelas dia, selalu dihadirkan karena pihak TAIP ingin mewadahi para petani sampai kolektor untuk memperjualbelikan hasil usaha anggreknya.
Sehingga, TAIP sebagai fasilitator akan mempersilakan para petani untuk menggelar anggrek dan tanaman hiasnya di area TAIP ini. Ada pun pameran ini menyertakan tanaman hias adalah untuk pelengkap saja.
“Terpenting promo anggreknya, karena ini kan TAIP, ya kalau tanaman hias itu hanya untuk pelengkap,” ujarnya.
Dalam situasi merebaknya Covid-19, terlihat suasana pameran ini sepi pengunjung, tidak seperti tahun sebelumnya.
Budi berharap, semoga wabah Covid-19 segera sirna dan Indonesia kembali pada kondisi normal. Sehingga pameran anggrek dan tamanan hias ini bisa berjalan lancar.
“Ya memang sepi ya, dampak Covid-19. Insyaallah ya kita semua diberi kesehatan lahir dan batin terbebas dari virus Corona dan mendapat lindungan dari Allah SWT. Aamin,” ucap Budi.
TAIP terletak di Jalan Raya TMII, Pinang Ranti, Jakarta Timur, atau lebih tepatnya berada di samping Tamini Square. Pameran anggrek dan tanaman hias dibuka mulai pukul 09.00-18.00 WIB selama sebulan, terhitung tanggal 10 Maret-10 April 2020.