Atasi Corona, Anggota DPRD Sikka Usul Gunakan Dana Pokir
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Dana yang dialokasikan sebagai Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pembangunan, diusulkan sebaiknya dipergunakan untuk pengadaan alat guna mengatasi penyebaran virus Corona Covid 19.
“Saya usulkan kalau bisa dana yang dialokasikan untuk Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sikka dianggarkan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” kata anggota DPRD kabupaten Sikka provinsi NTT, Yosef Nong Soni, Senin (23/3/2020).

Soni sapaannya mengatakan, bila dana sebesar Rp.35 miliar dimana masing-masing anggota dialokasikan sekitar Rp.1 miliar lalu diambil sekitar 50 persen saja untuk mengatasi penyebaran virus, maka bisa terkumpul dana sekitar Rp.17,5 miliar.
Dengan dana sebesar ini ucapnya maka sudah mencukupi untuk membeli alat thermo gun, masker dan Alat Pelindung Diri (APD) mengingat terbatasnya alat ini padahal sangat mendesak untuk dimiliki.
“Bisa juga bertahap dan bisa juga sekaligus pencairan dananya tergantung pembicaraan antara pemerintah dan DPRD Sikka. Saya kira butuh kerelaan dari teman-teman dan niat baik kita semua,” tegasnya.
Hal ini sangat mendesak kata Soni dan dirinya berharap, semua anggota dewan sepakat dengan usulan ini sebab jika tidak, maka silakan bertanggung jawab kepada masyarakat karena anggota dewan abdi masyarakat.
Dirinya sudah meminta bupati untuk berkonsultasi dengan DPRD Sikka dan bupati juga sudah menghubungi pimpinan DPRD. Dalam waktu satu dua hari ini bisa diagendakan pertemuan untuk membahas masalah ini.
“Saya juga berharap pemeriksaan kesehatan terhadap petugas hotel, homestay dan sopir bandara atau guide. Harusnya semua orang yang berhubungan dengan wisatawan asing perlu diperiksa,” harapnya.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat memimpin rapat bersama tenaga kesehatan dan para camat meminta agar melakukan pendataan untuk pembelian masker, thermo gun dan Alat Pelindung Diri.
Selain itu Robi sapaannya meminta agar mempersiapkan disinfektan agar segera dilakukan penyemprotan terhadap berbagai fasilitas umum seperti terminal, kantor, sekokah, rumah sakit, angkutan umum dan fasilitas publik lainnya.
“Semua dana bisa dipergunakan termasuk juga dana desa dialokasikan untuk mengatasi penyebaran virus Corona agar tidak ada warga kabupaten Sikka yang tertular,” ujarnya.
Bupati Sika juga meminta agar segenap tenaga kesehatan dan camat mulai menjadi penggerak program kesehatan baik dari promotif, preventif maupun kuratif sehingga bisa mencegah menularnya penyakit terutama Covid-19.
Pemerintah kata Robi,tetap mengimbau agar masyarakat dan segenap lembaga mengurangi pertemuan yang melibatkan banyak orang dan orang yang kurang sehat harus tetap berada di rumah.
“Orang yang kurang sehat terutama yang batuk dan flu harus tetap berada di rumah saja dan perusahaan tidak boleh mempekerjakan karyawan yang tidak sehat. Nanti akan ada patroli gabungan mengontrol aktivitas di masyarakat,” ungkapnya.