Tagana Lamsel Galakkan Mitigasi Bencana ke Sejumlah Sekolah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, gencar melakukan mitigasi bencana alam.
Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel menyebut edukasi dilakukan pada sejumlah sekolah tingkat TK hingga SMA. Hingga awal Maret sebanyak 20 sekolah didatangi dalam program Tagana Masuk Sekolah (TMS).
Program TMS menurutnya menjadi upaya mengajak generasi muda terlibat sejak dini dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Hasran Hadi menyebut TMS merupakan program Kementerian Sosial bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan. Pelaksanaan TMS menurutnya dilakukan pada sejumlah sekolah yang berada di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan mitigasi dan pemetaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejumlah wilayah Lamsel rawan bencana.
Potensi kerawanan bencana itu meliputi gempa bumi, tsunami, puting beliung, banjir bandang dan gunung meletus.
Bencana alam menurut Hasran Hadi tidak bisa dihindari namun bisa diantisipasi dengan mitigasi bencana. Melalui edukasi ke sejumlah sekolah perlu dilakukan peningkatan hadapi ancaman bencana.
“Langkah edukasi tentang bencana kepada siswa dilanjutkan sosialisasi pengetahuan tentang bencana melalui simulasi dengan pengetahuan tentang bencana. Tentang cara pertama penyelamatan diri ketika terjadi bencana,” terang Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (12/3/2020).
Edukasi mitigasi bencana yang dominan dilakukan menurut Hasran Hadi berkaitan dengan bencana gempa bumi. Materi yang diberikan kepada siswa yang ada di sejumlah sekolah meliputi penyampaian materi dan simulasi.
Melalui sosialisasi dan edukasi yang menyenangkan mitigasi bencana bagi siswa sekolah mudah dimengerti dan akan diingat hingga dewasa.
Sosialisasi dimulai dengan pengenalan Tagana kepada para siswa. Sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara rutin terus dilakukan kepada sejumlah siswa yang ada di dekat pantai dan kawasan rawan bencana.
Para siswa yang diberi pelatihan simulasi diharapkan akan menularkan ilmunya ke keluarga dan masyarakat.
“Tagana Masuk Sekolah menjadi upaya menumbuhkan gerakan siswa sadar bencana sejak dini,” beber Hasran Hadi.
Pada kegiatan TMS di Yayasan Perguruan dan Pesantren Mathlul Anwar Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro dilakukan simulasi penanganan bencana gempa bumi.
Hasran Hadi mengungkapkan potensi gempa bumi di Lamsel bisa berupa gempa tektonik dan vulkanik. Sebab gempa bumi tektonik bisa diakibatkan oleh lokasi geografis di patahan Semaka.
“Potensi gempa bumi vulkanik terjadi karena Lamsel dekat dengan Gunung Anak Krakatau,” cetusnya.
Simulasi oleh siswa diberikan dengan melakukan langkah penyelamatan diri dengan alat yang ada. Sejumlah alat yang bisa digunakan diantaranya kursi, meja dan alat-alat lain.

Proses evakuasi dan penyelamatan diri sekaligus memberikan pemahaman terkait jalur evakuasi. Pemberian tanda jalur evakuasi dilakukan agar siswa memahami titik kumpul saat terjadi gempa bumi.
Edukasi mitigasi bencana bumi oleh Tagana Lamsel menurut Hasran Hadi dilakukan dengan cara menarik. Selain edukasi agar lebih menarik personel Tagana Lamsel memberikan kuis.
Kuis yang diberikan kepada siswa berkaitan dengan jenis-jenis bencana. Selain edukasi mitigasi gempa bumi, mitigasi dilakukan juga pada jenis bencana banjir, puting beliung dan sejumlah bencana alam lain.