Sejumlah Obwis di Lamsel ‘Lockdown’ Cegah Covid-19

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau pengelola destinasi wisata melakukan penutupan, sebagai langkah pencegahan penyebaran Corona Virusdisease (Covid-19). 

Syaifuddin Djamilus, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Disparbud Lamsel, menyebut penutupan atau lockdown destinasi pariwisata serentak dilakukan di seluruh Lampung. Meski demikian, sebagian destinasi wisata telah melakukan penutupan secara mandiri. Disparbud Lamsel menyebut telah menerbitkan surat edaran berbarengan dengan keputusan Plt Bupati Lamsel meliburkan sekolah.

Sesuai edaran tersebut, ungkap Syaifuddin Djamilus, Disparbud telah mengimbau lisan melalui telepon dan bersurat melalui aplikasi WhatsApp dan surat tertulis.

Sejumlah pengelola destinasi wisata terutama puluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di bawah binaan Disparbud Lamsel mengikuti imbauan tersebut. Penutupan dilakukan sejak 16 Maret hingga 31 Maret 2020.

Syaifuddin Djamilus, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, saat ditemui di Pantai Minang Rua, awal Maret 2020. -Dok: CDN

“Surat edaran imbauan penutupan destinasi wisata di Kabupaten Lamsel bisa diperpanjang sesuai situasi perkembangan terkini wabah Covid-19, sehingga bisa diperpanjang sampai dengan waktu yang tidak ditentukan,” terang Syaifuddin Djamilus, Minggu (29/3/2020).

Keputusan penutupan destinasi wisata tersebut, menurut Syaifuddin Djamilus ditaati pengelola. Bahkan, tanpa adanya edaran imbauan penutupan, sejumlah destinasi pariwisata bahari, tirta, buatan, budaya di Lamsel sepi pengunjung. Imbauan larangan bepergian dan berkerumun menjadi penyebab destinasi wisata tidak memiliki pengunjung.

Sejumlah objek wisata di Lamsel juga diimbau memasang banner penutupan. Sebab, tanpa adanya imbauan dikuatirkan destinasi wisata tetap dikunjungi. Disparbud Lamsel selalu melakukan pemantauan dengan menerjunkan petugas untuk piket. Sebab destinasi wisata yang tetap dibuka berpotensi mengundang kerumunan dan penyebaran Covid-19.

“Disparbud Lamsel mengajak seluruh pengelola destinasi ikut berperan aktif, sementara lockdown tempat usahanya hingga Covid-19 berakhir,” tegasnya.

Rohmat, pengelola destinasi wisata Pulau Mengkudu, Pulau Sekepol,Pantai Belebuk, mengaku sudah menutup destinasi wisata sejak awal Maret. Penutupan secara mandiri dilakukan oleh pengelola, agar tidak ada wisatawan yang datang.

Langkah meniadakan fasilitas perahu wisata yang menjemput, menutup pintu masuk dengan palang bambu dilakukan agar tidak ada kunjungan.

“Sebelum ada imbauan, memang kami sudah menutup objek wisata karena pengunjung sepi imbas Corona,” cetusnya.

Sepinya pengunjung, diakui Rohmat tidak lantas meliburkan pengelola. Sejumlah pengelola tetap bertugas membersihkan pantai, merawat perahu dan fasilitas lain. Tanpa ada kunjungan, kondisi destinasi wisata terlihat lebih bersih. Pelaksanaan program konservasi penanaman terumbu karang, pembersihan sampah dan penanaman pohon tetap dijalankan.

Meski mengaku merugi tanpa ada pemasukan dari tiket, Rohmat menyebut penutupan berdampak positif. Sebab, tanpa ada kunjungan suksesi alami kebersihan pantai bisa terjaga. Berkurangnya aktivitas kunjungan wisatawan di sejumlah pantai juga membuat pantai lebih bersih. Pemeliharaan saung bambu,fasilitas rumah pohon tetap dilakukan pengelola secara rutin.

Destinasi wisata pantai Tanjung Sembilang di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, juga ditutup. Ahmad Rizal, pengelola destinasi wisata tersebut saat dikonfirmasi menyebut, kunjungan wisatawan sedang sepi, meski tanpa ada penutupan.

Namun adanya imbauan dari Disparbud akan tetap diikuti hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tanpa adanya kunjungan, destinasi wisata yang ditumbuhi pohon mangrove api-api ini tetap terjaga.

Destinasi wisata yang tidak dikunjungi, menurutnya menjadi kesempatan untuk pembenahan. Tingkat kebersihan pantai tersebut menurutnya meningkat tanpa adanya kunjungan. Melalui penutupan destinasi wisata, pengelola bisa melakukan aktivitas lain. Sebagian pengelola memilih bekerja sebagai nelayan budi daya tambak dan nelayan tangkap.

Lihat juga...