RSUP M Djamil Padang Mulai Berlakukan Pengukuran Suhu Tubuh
Editor: Koko Triarko
PADANG – Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) M Djamil Padang, Sumatra Barat, mulai menerapkan sistem screener kepada setiap pengunujung dan pasien yang masuk ke rumah sakit tersebut, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Direktur RSUP Dr. M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf, mengatakan, alat screener yang digunakan ialah infrared thermometer, dan ada lima unit. Pengukuran suhu badan dilakukan di setiap pintu masuk, seperti di pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), poliklinik, dan bagian pintu masuk belakang rumah sakit.
Ia menjelaskan, pengukuran suhu tubuh di RSUP M Djamil Padang akan dilakukan 24 jam. Petugas yang diperintahkan untuk memegang alat ini, selain ada para petugas medis, juga dibantu dengan security yang bertugas di depan pintu masuk.

Dikatakannya, di rumah sakit ini jumlah kunjungan pasien mencapai 900 orang, ditambah kunjungan keluarga pasien mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Banyaknya jumlah kunjungan ke RSUP M Djamil Padang menjadi salah satu alasan perlunya diberlakukan screener tersebut.
“Hari ini kita mulai memberlakukannya, dan akan dilakukan 24 jam atau khusus di jam kunjungan keluarga pasien. Ada lima alat yang kita gunakan, kita berharap ke depan alat ini terus bertambah,” katanya, Rabu (11/3/2020).
Menurutnya, alasan lain perlunya pengukuran suhu tubuh di RSUP M Djamil, karena tidak diberlakukannya pengukuran suhu tubuh untuk kedatangan penumpang domestik di Bandara Internasional Minangkabau. Sebab, untuk kedatangan domestik di pintu bandara itu, juga dianggap memiliki celah penyebaran virus Corona ke Sumatra Barat.
“Padahal kasus positif Corona di Indonesia telah mencapai 25 orang, sehingga dikhawatirkan penularan melalui penumpang domestik bisa kemungkinan terjadi,” jelasnya.
Yusirwan Yusuf menyampaikan, untuk sementara alat yang tersedia hanya 5 unit, dan ke depan akan ada penambahan alat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebab, virus Corona ini sudah dianggap sebagai bencana nasional.
“Kalau seandainya ada ditemukan ciri-ciri suspect Covid-19, kita akan melakukan langkah sesuai ketentuan yang telah ada. Karena kita juga telah mempunyai ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona,” tegasnya.
Ia menyatakan, belum ditentukan sampai kapan pengukuran suhu tubuh di RSUP M Djamil Padang diberlakukan. Namun, masyarakat diharapkan tidak resah atau khawatir adanya penerapan pengukuran suhu tubuh tersebut.
Sementara itu, salah seorang pengunjung di RSUP M Djamil Padang, Rosi, mengaku tidak merasa terganggu adanya pengukuran suhu di pintu masuk rumah sakit.
Ia menganggap cara itu dapat mengetahui kondisi kesehatan dirinya secara pribadi, dengan dapat mengetahui keamanan dirinya saat berada di lingkungan rumah sakit.
“Baguslah, terkadang dalam kondisi virus Corona ini, kalau mulai flu, saya perlu tahu suhu tubuh saya. Nah, sekarang ada yang gratis, jadi bisa tahu suhu tubuh,” katanya.
Rosi menilai langkah yang dilakukan RSUP M Djamil Padang sudah tepat, karena dapat memberikan rasa aman bagi orang lain maupun di lingkugan rumah sakit.
Ia berharap, hal serupa juga dapat diterapkan di rumah sakit lainnya, termasuk di Puskesmas maupun di klinik umum lainnya.