Pemerintah Resmi Luncurkan Situs Kartu Prakerja
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Pemerintah akhirnya meresmikan program Kartu Prakerja, Jumat (20/3/2020) hari ini, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta. Peresmian itu ditandai dengan diluncurkannya situs Kartu Prakerja yang sudah dapat diakses calon peserta program melalui alamat website www.prakerja.go.id.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, percepatan peluncuran program Kartu Prakerja diharapkan mampu menjadi salah satu solusi nasional di tengah badai Covid-19 yang menghantam sejumlah sektor ekonomian Indonesia, seperti pariwisata dan industri manufaktur.
“Semoga program ini menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, untuk mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang telah ditekuni (upskilling), atau di bidang yang baru (reskilling),” terang Airlangga usai meresmikan program unggulan Jokowi tersebut.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, yang juga turut hadir pada peluncuran program itu menyatakan, bahwa Kartu Prakerja diprioritaskan untuk anak-anak muda yang baru mau memasuki dunia kerja.
“Dengan bantuan dari Pemerintah, diharapkan tenaga kerja muda dapat lebih kompeten, berdaya saing, dan produktif. Selain itu, dengan memilih sendiri pelatihan yang diminati, kita harap dapat mendorong Indonesia menjadi bangsa pembelajar,” tandas Moeldoko.
Lebih lanjut, Moeldoko mengutarakan, melalui Kartu Prakerja, pemerintah memberikan bantuan biaya pelatihan hingga Rp7 juta per peserta sekali seumur hidup. Pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan itu langsung kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.
“Program ini berjalan sesuai janji Presiden RI Joko Widodo untuk mengurangi jumlah pengangguran. Saat ini, dari sekitar 7 juta penduduk Indonesia yang menganggur, ada sejumlah 3,7 juta yang berusia 18-24 tahun. Pengangguran muda ini sebanyak 64 persen tinggal di perkotaan, 78 persen berpendidikan SMA ke atas. Masalah terbesar yakni sekitar 90 persen dari mereka tidak pernah mengikuti pelatihan bersertifikasi,” beber Moeldoko.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari menjelaskan, ada dua jenis pelatihan yang diberikan, yaitu daring (online) maupun tatap muka (offline). Juga ada pilihan program pelatihan 3-in-1 (three in one) yaitu pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang tepat untuk pencari kerja.
“Untuk setiap jenis program, pemerintah bersama platform digital menyeleksi lembaga pelatihan yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Para penyedia pelatihan dalam program Kartu Prakerja termasuk lembaga pelatihan swasta, lembaga pelatihan pemerintah, training center industri, universitas dan institusi pendidikan vokasi,” terang Puspa.
Dalam rangka mensukseskan program ini, pemerintah menggandeng platform digital antara lain; Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.