Pemda Sikka Diminta Rehab Drainase di Maumere
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Saluran air atau drainase di kota Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat musim hujan banyak yang tidak berfungsi maksimal sehingga membuat air sering menggenangi badan jalan dan menyebabkan banjir di beberapa ruas jalan di kota Maumere.
Masyarakat berharap pemerintah bisa melakukan rehabilitasi atau membangun saluran air yang lebih baik dan bisa menampung air saat terjadi hujan lebat yang mengguyur kota Maumere terutama saat musim penghujan.
“Saat musim hujan kota Maumere terlihat sangat jorok. Sangat mengganggu sekali sebab pasti terjadi banjir dan air tergenang di beberapa ruas jalan,” kata Florida Yosefina Ndena, aktivis Koalisi Perempuan di kabupaten Sikka, provinsi NTT, Minggu (8/3/2020).

Fin sapaannya mengharapkan, agar beberapa drainase yang menyebabkan banjir di depan pintu masuk pelabuhan Laurens Saya serta perempatan jalan depan Gelora Samador dan beberapa ruas jalan utama lainnya segera diperbaiki.
Menurutnya, selain jorok karena air meluap ke badan jalan dan menyebabkan sampah berserakan di badan jalan saat hujan reda dan banjir mulai surut, juga banjir menyebabkan kendaraan sulit melintasi jalan saat terjadi hujan.
“Saluran air yang tidak berfungsi normal harus diperbaiki. Bisa juga kedalamannya ditambah atau drainasenya diperlebar agar bisa menampung air hujan supaya jangan meluap ke jalan raya,” sarannya.
Fin berharap pemerintah segera melakukan perbaikan mengingat hal tersebut juga sangat mengganggu dari aspek pariwisata karena kota Maumere terlihat kotor dan dipenuhi banjir di mana-mana.
Sementara itu, Laurens Ritan, warga kota Maumere lainnya berharap agar beberapa ruas jalan utama yang tidak dilengkapi drainase di kedua sisi badan jalan dibangun drainase.
Bila tidak ada drainase kata Laurens, saat hujan air akan mengalir melewati badan jalan dan membuat aspal jalan terkelupas sehingga cepat rusak. Apalagi sebagian besar jalan dari wilayah selatan tidak dilengkapi drainase.
“Saat hujan air dari wilayah kota Maumere yang berada di dataran tinggi di sebelah selatan akan mengalir melewati badan jalan ke arah laut di sebelah utara. Ini yang membuat jalan raya cepat rusak,” sebutnya.
Laurens menyesalkan ruas jalan negara trans Flores juga drainasenya tidak pernah dikontrol setiap tahun sehingga ketinggiannya pun berkurang karena ada timbunan tanah dan sampah yang terbawa saat musim hujan.
Untuk itu kata dia, pemerintah kabupaten Sikka harus segera membangun drainase baru di jalan yang tidak dilengkapi drainase serta mengeruk dan memperbaiki drainase yang tersumbat.
“Depan pintu masuk pelabuhan Laurens Say Maumere saja setiap tahun saat musim hujan pasti seperti kubangan karena air tergenang. Drainasenya tidak berfungsi karena air tidak bisa mengalir ke sebelah timur pintu masuk pelabuhan atau ke laut,” ujarnya.