Pelaku Usaha Ekspedisi Masih Beli Tiket Langsung di Pelabuhan
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Pemberlakuan pemesanan atau reservasi tiket secara online mulai dilakukan sejak 1 Maret 2020. Meski pengguna jasa bisa melakukan pemesanan melalui laman www.ferizy.com namun sebagian masih membeli secara langsung.
Asmuni, pemilik usaha ekspedisi asal Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku membeli tiket langsung. Salah satu alasan ia masih membeli tiket langsung saat akan berangkat karena lebih mudah. Jarak Pelabuhan Bakauheni dengan lokasi pengepulan sekitar 5 kilometer membuat ia bisa mengatur waktu perjalanan. Pengendara kendaraan masih mempergunakan uang elektronik untuk membeli tiket di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Jam keberangkatan kapal yang rutin selama 24 jam nonstop di lintas Bakauheni-Merak membuat ia tidak kuatir kehabisan kapal. Setiap dua hari sekali ia mengirim pisang sebanyak 2 ton ke pelapak di wilayah Bogor, Jawa Barat. Sistem kerja sama dengan perusahaan pelayaran membuat ia bisa memilih kapal yang akan menyeberang dari Bakauheni ke Merak.
“Selama ini pemilik usaha ekspedisi telah berkoordinasi dengan pemilik jasa pelayaran melibatkan pengurus ekspedisi sehingga jam keberangkatan kapal sudah bisa dipastikan tanpa harus melakukan reservasi online,” terang Asmuni saat ditemui Cendana News di dekat gerbang tol Bakauheni Utara, Sabtu (14/3/2020).
Asmuni menuturkan pilihan kapal yang cukup banyak membuat ia bebas menentukan waktu keberangkatan. Sebab pada sebanyak 6 dermaga Pelabuhan Bakauheni kapal yang akan menyeberang berjumlah sekitar 26 hingga 28 kapal per hari. Meski sistem reservasi online telah diterapkan namun sistem pembelian tiket langsung masih dilayani.
Pembelian tiket langsung menurut Asmuni dilakukan karena uang jalan akan diberikan saat berangkat. Sebab dalam sekali jalan uang yang diberikan untuk membeli tiket, konsumsi dan rokok. Penggunaan uang elektronik untuk membeli tiket di Pelabuhan Bakauheni menurutnya masih sangat membantu. Sebab saldo uang elektronik yang diisi maksmial Rp2juta bisa digunakan untuk membeli tiket pulang-pergi.
“Pembelian tiket secara langsung masih dilayani meski sudah diterapkan reservasi online,” bebernya.

Jones, pengurus jasa pelayaran menyebut pembelian tiket secara online masih belum diterapkan sejumlah penguasa ekspedisi. Sebab sistem yang canggih tersebut belum cukup familiar bagi pengguna jasa. Sistem pembelian tiket dengan reservasi online bagi pemilik usaha ekspedisi diakuinya kurang efektif. Sebab jam keberangkatan kerap tidak menentu menyesuaikan muatan.
“Bagi kendaraan ekspedisi asal Sumatera yang menyeberang ke Jawa kerap menyesuaikan muatan yang ada,” terang Jones.
Pemberlakuan resevasi tiket online menurutnya masih perlu sosialisasi lebih masif. Sebab bagi pengguna jasa penyeberangan yang baru beralih dari pembayaran tunai ke nontunai sejak tahun 2019 dengan uang elektronik. Migrasi pembayaran dengan sistem online yang diberlakukan 1 Maret 2020 menurutnya terus akan disosialisasikan agar bisa diikuti pengguna jasa.
Warsa, ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Bakauheni menyambut positif penerapan reservasi online. Meski demikian sejumlah pengguna jasa belum menggunakan sistem itu. Migrasi sistem online menurutnya menjadi cara mengedukasi masyarakat agar memudahkan pelayanan.
“Tujuan penggunaan sistem reservasi online agar pengguna jasa tidak harus mengantre,karena tiket bisa dipesan dari rumah,” beber Warsa.
Penerapan reservasi online menurut Warsa akan meningkatkan mutu pelayanan. Sebab dari sebanyak 23 perusahaan pelayaran yang tergabung di Gapasdap ada sebanyak 68 unit kapal roll on roll off (Roro). Puluhan kapal itu sebanyak 4 unit kapal melayani dermaga eksekutif, sisanya melayani dermaga reguler. Pelayanan pembelian tiket kapal secara online menurutnya akan memudahkan pengguna jasa terutama saat musim arus liburan Idul Fitri.