Nelayan di Lamsel Tetap Beraktivitas Mencari Ikan
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Anjuran pemerintah agar masyarakat menghindari kontak sosial (social distancing) untuk mencegah Covid-19, tidak mempengaruhi aktivitas warga pencari ikan di pesisir Rajabasa, Lampung Selatan.
Hasanudin,warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, menyebut sebagai nelayan tangkap ia banyak menghabiskan waktu di laut, sehingga social distancing sulit dilakukan. Bagi nelayan, tidak melaut dan tidak mendapatkan ikan bisa berimbas tidak bisa menafkahi keluarga.
Hasanudin yang memiliki anak usia sekolah, bahkan kerap mengajak sang anak membantu melaut. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyiapkan pancing rawe dasar, umpan tanpa ikut melaut.

Sang anak yang duduk di bangku SMP dan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh, masih tetap bisa membantunya melaut. Terlebih selama hampir sepekan sejak Senin (16/3), sang anak merasa bosan di rumah.
“Bagi masyarakat pesisir, tentunya langkah pencegahan virus Corona dengan social distancing sudah tepat, karena sebagian nelayan tangkap bekerja secara mandiri dan hanya sekali-kali berkontak saat menjual hasil tangkapan,” terang Hasanudin, saat ditemui Cendana News, Minggu (22/3/2020).
Hasanudin yang memilih mencari ikan dengan sistem pancing rawe dasar, hanya bekerja sejak pagi hingga siang. Usai mendapat tangkapan jenis ikan kembung, tengkurungan, simba serta ikan teri dengan sistem jaring, penjualan dilakuan oleh sang istri.
Meski wabah Covid-19 membuat sejumlah masyarakat kuatir, ia menyebut pekerjaan sebagai nelayan tetap dilakukan.
Suminah, sang istri, mengaku masih tetap bekerja membantu sang suami. Selain menjual hasil tangkapan suami, ia juga membeli ikan teri hasil tangkapan nelayan jaring payang.
Tetap bekerja menjual ikan, menurutnya menjadi cara agar ia bisa menghidupi keluarganya. Selama sang anak tidak berangkat ke sekolah, ia memastikan pengeluaran justru ikut meningkat.
“Anak belajar sistem jarak jauh menggunakan telepon memakai kuota ,sehingga pengeluaran juga bertambah,” cetusnya.
Suminah menyebut, sebagian warga tidak mengindahkan larangan untuk beraktivitas di luar ruangan. Ia dan sejumlah warga, bahkan masih tetap melakukan pekerjaan sebagai nelayan untuk mencari penghasilan.
Cara yang ditempuh dengan menjual hasil tangkapan suami di tepi jalan lintas pesisir, menjadi cara baginya menghidupi keluarga.
Sebagian warga yang memiliki perahu memilih menggunakan waktu untuk melakukan perbaikan. Kesempatan bekerja di rumah bagi nelayan tidak menjadi halangan untuk tetap melaut.
Sebagian warga, bahkan mengajak serta anak-anak yang berlibur untuk memperbaiki perahu. Rasa bosan karena selama sepekan berada di rumah membuat warga mengajak serta anak-anak.
Budi dan Riki, siswa salah satu sekolah dasar mengaku memilih mengisi waktu liburan dengan mencari ikan. Selama hampir sepekan tidak bersekolah, ia dan kawan-kawannya memanfaatkan waktu mencari ikan. Namun, kegiatan itu dilakukan hanya saat siang hingga sore.
Meski melakukan kegiatan mencari ikan, ia tetap tidak melupakan untuk belajar pada malam hari. Kegiatan mencari ikan, menurutnya sekaligus menjadi kegiatan rekreasi mengatasi kebosanan.