Musim Tanam Pertama di Banyumas Memenuhi Target
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Meskipun mundur, namun musim tanam (MT) I di Kabupaten Banyumas bisa memenuhi target, yaitu mencapai luasan 32.000 hektare. Musim tanam I ini berlangsung mulai bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, mengatakan, sampai dengan pertengahan bulan Maret ini, target luasan tanam sudah tercapai. Walaupun sebagian petani baru mulai menanam pada bulan November-Desember, terutama para petani yang mengolah sawah tadah hujan.

“Kemarin para petani menunggu musim hujan tiba, baru mulai menanam. Dan musim hujan baru mulai bulan November, sempat terhenti. Sehingga banyak juga petani yang baru tanam bulan Desember,” terangnya, Senin (16/3/2020).
Lebih lanjut Widarso menjelaskan, untuk setiap musim tanam Dinpertan targetkan 32.000 hektare, mengingat target luasan tanam per tahunnya mencapai 68.000 hektare.
Di Kabupaten Banyumas sendiri total luasan lahan sawah mencapai 32.255 hektare, terdiri dari sawah irigasi seluas 24.752 hektare dan sawah tadah hujan ada 7.503 hektare. Dan untuk lahan pertanian bukan sawah ada 61.590 hektare, terdiri dari kebun, ladang atau huma, hutan rakyat, padang rumput dan lainnya.
“Dari luasan tanam tersebut, yang sudah masuk masa panen sekitar 40 hektare, yaitu di Desa Karangjati, Kecamatan Kemranjen,” jelasnya.
Sementara itu, untuk musim tanam II, yang akan dimulai bulan April hingga September 2020, Widarso mengatakan, pihaknya juga berharap bisa memenuhi target 32.00 hektare.
Salah satu petani di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Widiyanto, mengatakan, ia baru mulai tanam bulan Desember, karena hujan baru mulai intens pada awal Desember. Mengingat sawah yang dia olah merupakan sawah tadah hujan, sehingga ketersediaan air hanya mengandalkan air hujan.
“Kalau dipaksa tanam bulan Oktober atau Noverber, akan banyak yang mati tanaman padinya, sebab pada awal tanam, tanaman padi membutuhkan air yang cukup. Sehingga saya memilih untuk menunda tanam sampai turun hujan,” katanya.
Saat ini, usia padi milik Widiyanto sudah tiga bulan dan sebentar lagi akan panen. Widiyanto mengaku, setelah panen, ia akan mengistirahatkan lahannya sekitar dua minggu, setelah itu langsung mulai mengolah lahan lagi untuk masuk masa tanam II.
“Selagi masih ada hujan, maka masa tanam II harus dipercepat,” pungkasnya.