Menteri Olimpiade Jepang Isyaratkan Olimpiade Berlangsung Sesuai Jadwal

TOKYO – Menteri Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto mengisyaratkan, ajang olahraga musim panas tersebut tetap akan berlangsung sesuai jadwal pada Juli 2020 mendatang. Wabah virus corona yang meluas ke beberapa wilayah baru di negara itu, tidak menghalangi penyelenggaraanya.

Hashimoto mengeluarkan pernyataan itu Kamis (5/3/2020), pada hari yang sama saat Jepang melaporkan adanya peningkatan terbanyak kasus baru COVID-19 dalam satu hari. Media di Jepang melaporkan, pengidap corona di seluruh Jepang dipastikan sudah bertambah menjadi 1.036 orang pada Kamis (5/3/2020) pagi. Jumlah itu meningkat sebanyak 36 pasien baru, dibandingkan kondisi sehari sebelumnya.

Sementara rencana jadwal penyelenggaraan Olimpiade tidak berubah. Kunjungan kenegaraan Presiden China, Xi Jinping, ke Jepang sudah ditunda berdasarkan keputusan yang diambil oleh Tokyo maupun Beijing. Sang menteri Olimpiade tersebut di awal pekan ini, memicu perdebatan setelah mengatakan, kontrak dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dapat diartikan sebagai izin melakukan penundaan dalam kalender 2020.

“Berdasarkan kenyataan, IOC tidak pernah menyebut-nyebut soal pembatalan atau penundaan Olimpiade Tokyo dalam pertemuannya kemarin, saya memperkirakan tidak akan ada pemberitahuan pembatalan atau semacamnya,” kata Hashimoto kepada parlemen.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike melalui pernyataan resmi mengatakan, pemerintah metropolitan sedang berkoordinasi dengan dengan IOC dan penyelenggara untuk memastikan Olimpiade berlangsung secara aman.

Sementara, Prefektur Shiga di Jepang barat melaporkan pengidap virus pertama pada Kamis (5/3/2020), sehari setelah pengumuman muncul soal kasus pertama di prefektur selatan, Miyazaki. NHK juga melaporkan beberapa pasien baru COVID-19 di Kyoto, Sapporo dan Niigata. Jepang berencana menerapkan karantina dua minggu terhadap semua pengunjung dari China dan Korea Selatan. Ha itu mempertimbangkan penyebaran wabah virus corona. (Ant)

Lihat juga...