Kak Jarwo Bangga Dapat Piala Berlapis Emas dari Pak Harto
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Pelukis legendaris, Sujarwo mengaku bangga mendapatkan piala besar berlapis emas dari Presiden ke 2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto. Kala itu, ia memenangkan juara 1 dalam empat komponen lomba tingkat nasional. Yakni, lomba lukis, karya tulis, dekorasi dan fotografi.
“Saya sangat bangga, karena itu piala terbaik saya dari Pak Harto. Piala itu berlapis emas,” kata Kak Jarwo demikian panggilan akrab Sujarwo kepada Cendana News di temui dalam rangkaian perayaan Bulan Maret Bulan Soeharto di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, belum lama ini.
Piala itu memacu dirinya untuk terus berkarya di bidang seni, dalam upaya pelestarian budaya bangsa. “Piala berlapis emas itu tersimpan rapi di rumah saya, menjadi kenangan terindah dan kebanggaan saya,” ujarnya.
Dedikasi Kak Jarwo dalam bidang seni lukis hingga kini terus ditebarkan kepada anak-anak. Terbukti banyak siswanya yang menjadi pelukis profesional dan memenangkan lomba.
Kembali dia mengatakan, kalau dirinya kerap diundang dalam berbagai acara yang dihadiri Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. “Dapat melihat Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, dari jauh saja sudah senang, nggak salaman juga. Kelebihan mereka berdua itu sangat mengagumkan, senyumnya itu,” ujarnya.
Menurut Kak Jarwo, Pak Harto adalah sosok pemimpin bangsa yang sangat tegas. Rakyat juga merasa senang karena kehidupannya lebih sejahtera, di mana program pembangunan yang digagas Pak Harto sangat jelas arahnya, tanpa perlu banyak teori.
Pembangunan Lima Tahun (Pelita), sebuah gagasan membangun bangsa dalam upaya menyejahterakan rakyat. Kehidupan berbangsa dan bernegara pun menjadi lebih aman, nyaman, bersatu dan sejahtera.
“Kalau memang hal yang tidak baik itu ada, tetapi lebih banyak segi positifnya,” ujarnya.
Terhadap sosok Ibu Tien Soeharto, menurutnya, beliau adalah seorang Ibu Negara yang berhati mulia, sangat memerhatikan rakyat kecil.
Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto sangat setia mendampingi Pak Harto dalam setiap kegiatan negara. Sebagai istri , beliau juga sangat setia dan hormat kepada Pak Harto, suami tercinta.
Dan sebagai ibu bagi anak-anaknya, cinta kasih beliau tak pernah putus dalam memberi wejangan kemuliaan hati untuk menghargai sesama.
Dalam pengembangan dan pelestarian budaya bangsa, Ibu Tien Soeharto membuktikan diri dengan pemikiran cemerlangnya membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Miniatur Indonesia ini menampilkan ragam budaya dari seluruh Indonesia, sebagai wujud kesatuan dan persatuan bangsa.
“Ibu Tien Soeharto membangun TMII ini, bukan hanya untuk kemuliaan bangsa tapi juga untuk dunia. Tidak setiap negara punya wahana edukasi budaya seperti TMII. Saya amati tidak ada di negara lain pun,” ujar Kak Jarwo.
Kak Jarwo berkisah kalau dirinya kerap berkunjung ke TMII, bersama keluarganya.
“Kalau ke TMII, saya biasanya naik mobil wisata keliling, lalu setelah itu lihat anjungan-anjungan daerah. Setelah puas, lalu naik kereta api mini, dan terakhir naik kereta gantung. Jadi saya bisa melihat seluruh keindahan budaya Indonesia dari atas kereta gantung itu,” urainya.
Seiring perkembangan zaman, Kak Jarwo berharap TMII tambah maju dan jaya dengan berbagai inovasi budaya yang ditampilkan dalam sebuah gelaran seni, dengan tidak meninggalkan nilai warisan adiluhung.
Dia juga berharap ke depan program-program budaya untuk anak-anak harus lebih diperbanyak lagi. Entah itu lomba mewarnai dan menggambar atau lomba tari dan lainnya.
“Ya biar anak-anak berkembang kreatif tidak selalu bermain gadget mulu. Dengan berkesenian dapat memacu mereka lebih kreatif, dan tentu jadi lebih cinta budaya serta tahu sejarah bangsa,” tukas pakar seni lukis anak ini.
Karena rasa bangganya, Kak Jarwo beriring doa untuk Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, yang telah banyak jasa memajukan Indonesia.
“Semoga almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto diampuni dosanya, mendapatkan tempat yang baik dan terima amal ibadahnya oleh sisi Allah SWT. Dan semoga anak-anaknya akan mengikuti jejak yang baik dari orangtuanya. Aamiin,” tutup Kak Jarwo.