Gempa Sukabumi, 664 Rumah di Bogor Rusak
PAMIJAHAN – Bupati Bogor, Ade Yasin mencatat, ada 664 rumah di wilayah barat Kabupaten Bogor, rusak terdampak gempa bumi Sukabumi, Jawa Barat.
“Saya bersama BPBD, Dinsos, DPUPR, Diskominfo, UPT, dan perangkat kecamatan, meninjau langsung korban bencana gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan rumah di sejumlah wilayah di Kecamatan Pamijahan,” ujarnya Ade Yasin, Rabu (11/3/2020).
Kerusakan yang dialami beragam. Sebanyak 508 rumah tercatat rusak ringan, 100 rumah rusak sedang, dan 56 rumah rusak berat. “Data sementara yang didapatkan saat saya melakukan peninjauan langsung ke lokasi yaitu terjadi kerusakan di Desa Ciasmara, Purwabakti, Cibunian, Ciasihan, Pasarean, Gunung Bunder Satu, dan Cibitung Kulon,” terang Ade Yasin.
Menurutnya, Pemkab Bogor akan mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin, untuk menangani dampak musibah tersebut. Salah satunya, dengan mendistribusikan bantuan untuk para korban. “Saya sudah memerintahkan untuk bersama-sama memberikan bantuan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang terdampak,” tandasnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan, sejumlah masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor merasakan guncangan gempa Sukanumi dalam waktu yang cukup lama. Hal itu dirasakan oleh warga di Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Pamijahan. “Pamijahan, Leuwiliang dan sekitarnya terasa sekali dan lama. Kota Bogor juga terasa,” kata Budi.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui website resminya menginformasikan, lokasi gempa yang terjadi pada Selasa (10/3/2020) sore, berada di darat pada 6.89 lintang selatan,106.62 bujur timur atau berjarak 13 km timur laut Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada kedalaman 10 km.(Ant)