Dampak Covid-19, Berbagai Sektor Bisnis Alami Penurunan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
JAKARTA — Statqo Analytics yang mengadakan penelitian terkait perkembangan dampak pandemi Corona atau Covid-19 menemukan sejumlah sektor mengalami kelesuan, terdampak pemberlakukan kebijakan dari pemerintah.
Marketing and Content Writer Statqo Analytics, Adzkia Arif menyatakan, sejak bulan Desember 2019, pengguna aktif transportasi online mengalami penurunan. Pada awal Januari hingga akhir Februari 2020, tingkat aktivitas transportasi online relatif stagnan.
“Hingga kemudian terjadi penurunan yang cukup signifikan setelah pemerintah mulai menggalakkan kebijakan Work For Home (WFH), dan mulai meliburkan sekolah pada minggu kedua Maret 2020,” kata Adzkia dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Rabu (25/3/2020).
Menurutnya, adanya kebijakan WFH, ternyata tidak serta merta membuat masyarakat beralih pada e-commerce. Ada beberapa kemungkinan mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama, produk-produk tertentu dalam situs jual beli online diprediksi memang mengalami peningkatan dengan adanya WFH.
Tetapi di sisi lain, kebijakan WFH justru membuat sebagian masyarakat memutuskan untuk bermigrasi keluar kota, dan beralih menggunakan jasa konvensional di daerah tersebut.
Kedua, masyarakat yang selama ini memilih tetap tinggal di rumahnya, diprediksi masih memilih opsi berbelanja di mall, warung, atau pasar tradisional.
Jumlah pengguna jasa transportasi udara di wilayah Indonesia tidak benar-benar mengalami penurunan hingga awal Maret 2020.
Penurunan yang signifikan terjadi ketika pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020.
“Penurunan ini diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Selain itu, jelas dia, industri pariwisata dan perhotelan Indonesia menjadi industri yang sangat terpukul akibat adanya wabah Covid-19.
Dampak tersebut sudah mulai terasa semenjak awal Januari 2020. Penurunan yang sangat signifikan terjadi pada rentang 13-19 Maret 2020 seiring dengan adanya kebijakan WFH, pembatasan aktifitas bisnis tertentu, serta penutupan berbagai lokasi wisata di Indonesia.
Hal ini akan berdampak langsung pada sektor bisnis lainnya yang berkaitan dengan perhotelan dan pariwisata seperti jasa penyewaan kendaraan, kuliner, jasa agen perjalanan ataupun usaha souvenir.
Selain itu juga, kata dia, adanya wabah Covid-19 menurunkan jumlah pengunjung bioskop di Indonesia. Penurunan yang sangat signifikan terjadi setelah pemberlakuan WFH dan imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah.
Penurunan ini diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa minggu ke depan. Penurunan ini secara langsung akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan industri perfilman nasional.
Adanya kebijakan WFH dan diliburkannya sekolah di sebagian besar wilayah di Indonesia yang dimulai pada 15 Maret 2020, berdampak pada peningkatan pengguna aktif aplikasi pendidikan.
Adanya kampanye untuk tetap belajar dari rumah tampak cukup efektif untuk mendorong sebagian masyarakat menggunakan platform belajar secara online.
“Tren ini diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan,” tutupnya.