Clean-up Hari Ke-14, BATAN Lakukan Pengerukan Lagi
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
JAKARTA — Memasuki hari ke-14 tindakan Clean-up di area terkontaminasi Cesium 137 di Perumahan Batan Indah Serpong, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan akan melakukan pengerukan sedalam 40 cm lagi.
Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, BATAN, Heru Umbara menyebutkan, hingga hari ke-13 proses Clean-up sudah mendapatkan tanah dan vegetasi yang diindikasikan terpapar zat radioaktif sebanyak 495 drum.
“Pada hari ini, kegiatan clean up dilanjutkan dengan mempertimbangkan hasil coring yang dilakukan sebelumnya, yakni mengeruk tanah sedalam 40 cm lagi,” kata Heru saat dihubungi, Senin (2/3/2020).
Hasil coring, menurutnya, menunjukkan bahwa paparan di area terpapar akan normal bila dilakukan pengerukan lagi sedalam 40 cm. Harapannya, pengerukan dapat diselesaikan pada hari ini.
“Setelah dilakukan pengerukan dan dilakukan pengukuran terhadap paparan, selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Bapeten untuk menentukan langkah berikutnya terkait clearance,” katanya lebih lanjut.
Status terakhir paparan di area yang terkontaminasi sudah menurun secara signifikan.
“Hingga hari ke-13 kemarin, paparan terukur 2 mikrosievert. Setelah pengerukan terakhir kali ini diharapkan kondisi tanah sudah normal,” tandasnya.
Jumlah personil yang terlibat pada kegiatan clean up di hari ke-14 ini sebanyak 27 orang yang terdiri dari pegawai BATAN, Bapeten, dan Detasemen KBR (Kimia Biologi dan Radioaktif) Gegana.
“Semoga clean up kali ini berjalan lancar dan semoga cuaca mendukung sehingga proses segera selesai. Setelah mendapatkan pernyataan clearance dari Bapeten, proses selanjutnya adalah remediasi,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol BAPETEN Abdul Qohhar menyampaikan ambang batas yang harusnya dicapai adalah di bawah batas dosis tahunan publik 1mSv/tahun.
“Kalau kita konversi per jam, ketemu angka skitar 0,114 mikroSv/jam. Kalau dilihat paparan Background di sekitar Batan Indah, angka terukur dengan alat berkisar antara 0,03 – 0,06 mikroSv/jam,” ujarnya saat dihubungi.
Proses penghentian, lanjutnya, akan menunggu keputusan Tim Teknis.
“Yang jelas, berapapun nilai akhir yang nanti ditetapkan sebagai ending, pasti sudah diperhitungkan tidak akan berdampak bagi masyarakat,” tandasnya.