Antisipasi Corona, Dua Agenda Gubernur Jateng di Purbalingga Dibatalkan

Editor: Makmun Hidayat

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Purbalingga, Prayitno, Sabtu (14/3/2020) di Purbalingga. -Foto: Hermiana E. Effendi

PURBALINGGA — Dalam rangka menghindari kerumunan massa dan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona, dua agenda Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Kabupaten Purbalingga dibatalkan. Agenda tersebut yaitu pramuka bersholawat dan dialog gubernur dengan para siswa STM YPT Purbalingga.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Purbalingga, Prayitno mengatakan, pembatalan dua agenda gubernur tersebut dari provinsi, yaitu melalui surat dari Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jateng, Sarwa Permana nomor  450/175/kesra/III tertanggal 14 Maret 2020.

“Jadi pihak provinsi yang membatalkan, surat tersebut baru kita terima hari ini dan langsung kita umumkan,” jelasnya, Sabtu (14/3/2020).

Untuk acara pramuka bersholawat, rencana akan digelar Senin (16/3/2020) di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga. Acara tersebut juga menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo. Undangan untuk acara pramuka bersholawat sudah disebar sejak seminggu lalu.

Selain acara tersebut, dalam rangkaian kunjungan ke Purbalingga, gubernur Jateng juga dijadwalkan berdialog dengan para siswa STM YPT pada Senin (16/3/2020) sore pukul 15.00 WIB. Acara tersebut juga dibatalkan.

Tidak hanya acara gubernur yang dibatalkan, acara bupati Purbalingga yang akan membuka Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2020 di lapangan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga juga dibatalkan. Menurut Prayitno, TMMD tetap berjalan, hanya saja untuk acara pembukaan ditiadakan.

“Untuk pembatalan acara bupati dalam pembukaan TMMD ini, kita mengacu pada surat telegram  dari Markas Besar TNI Angkatan Darat  Nomor ST/871/2020 tertanggal 13  Maret 2020, yang menyebutkan TMMD  tetap dilaksanakan, tetapi tanpa pembukaan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat berkunjung di Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari menyampaikan, agar masyarakat Purbalingga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta membatasi kontak dengan banyak orang.

“Cuci tangan sebelum makan harus dibiasakan, termasuk olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat,” kata Bupati.

Mengutip imbauan dari gubernur Jateng, Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi menyampaikan, kepada seluruh kades untuk mengedukasi warganya tentang pencegahan virus corona dan menyerukan gerakan cuci tangan menggunakan sabun. Dan jika mengalami gejala flu yang disertai demam, disarankan untuk segera memeriksakan diri.

“Kurangi aktivitas di lokasi-lokasi yang mendatangkan kerumunan massa serta menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di ruang publik, seperti di sekolah-sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan dan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...