Wamenhan: DefExpo 2020 di India, Strategis
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Keikutsertaan Indonesia pada DefExpo 2020 di India, dinilai mampu membuka berbagai kesempatan positif bagi dunia pertahanan di Indonesia. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono, juga menyatakan kehadirannya pada acara yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali tersebut memiliki nilai strategis.
“Sangat strategis mengikuti kegiatan seperti DefExpo 2020 ini. Pertama, kita bisa melihat perkembangan terbaru dari industri pertahanan global. Ke dua, melakukan diplomasi pertahanan dengan sejumlah negara yang potensi diajak kerja sama. Ke tiga, mempromosikan industri pertahanan lokal ke global,” kata Sakti Wahyu, melalui keterangan tertulis dari Kementerian Pertahanan, Rabu (5/2/2020) malam.
Ia juga menyatakan, kesempatan ini menjadi celah untuk melihat bagaimana India merealisasikan ambisinya menjadi salah satu pusat manufaktur pertahanan internasional, dengan mengajak perusahaan-perusahaan pertahanan dunia berinvestasi di negaranya.
“Lucknow ini ibu kota dari Uttar Pradesh yang merupakan negara bagian India terbesar dari segi populasi, dan berhasil menjadi kawasan industri pertahanan. Kuncinya harus ada kepastian order dari Kementerian Pertahanan dan Kementrian/Lembaga Pemerintah yang lain, untuk memandirikan industri pertahanan nasional ke tingkat global,” kata Sakti Wahyu, lebih lanjut.
Pada acara DefExpo 2020, tercatat 172 perusahaan manufaktur pertahanan dan Kementerian Pertahanan dari 38 negara. Dan, disampaikan pula, bahwa dalam acara ini dihadirkan teknologi-teknologi baru di bidang pertahanan.