Petani di Sikka Tagih Benih Kacang Hijau

MAUMERE — Para petani di Sikka berharap agar pemeritah daerah setempat segera membagikan benih kacang hijau mengingat sebagian tanaman jagung sudah rusak terserang hama ulat grayak.

Hujan lebat melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak seminggu belakangan membuat sebagian tanaman jagung mulai tumbuh subur dan hama ulat grayak perlahan mulai menghilang.

“Semenjak hujan lebat tiga hari lalu, hama ulat grayak pun sudah mulai tidak ada. Tanaman jagung yang layu pun mulia menghijau kembali,” kata  Gregorius Nong petani jagung di Kecamatan Kangae, Rabu (12/2/2020).

Goris sapaannya menyebutkan, Pemkab Sikka melalui Dinas Pertanian mengatakan akan memberikan bantuan benih kacang hijau umur pendek kepada petani jagung yang terkena serangan hama.

Namun hingga saat ini kata dia, bantuan yang dijanjikan belum juga didistribusikan kepada para petani jagung sehingga pihaknya meminta segera direalisasikan untuk menyelamatkan pendapatan petani.

“Bupati pernah datang ke Wairhubing melihat kebun jagung di Kangae yang terserang hama ulat dan berjanji akan memberikan bantuan benih kacang hijau.Tapi sampai sekarang benih belum dibagikan kepada petani,” tuturnya.

Goris menyesalkan lambatnya penanganan hama ulat grayak oleh Dinas Pertanian dan tidak ada petugas yang turun ke rumah-rumah warga melakukan pendataan tingkat kerusakan tanaman jagung.

Dirinya menduga data yang diperoleh merupakan rekaan dan dibuat asal jadi saja sehingga para petani yang tanaman jagungnya mengalami kerusakan dihantui ketakutan tidak mendapatkan bantuan benih kacang hijau.

“Data yang disampaikan petugas Dinas Pertanian mengenai jumlah kerusakan tanaman jagung di Kecamatan Kangae kami pertanyakan. Tidak terlihat petugas dari Dinas Pertanian turun melakukan pendataan,” ungkapnya.

Wilhelmus Wesa petani jagung di Desa Habi Kecamatan Kangae, Sikka, NTT saat ditemui di kebun jagung, Rabu (12/2/2020). -Foto : Ebed de Rosary

Wilhelmus Wesa petani jagung di Desa Habi yang ditemui Cendana News juga mengakui hampir setengah lahan jagung miliknya seluas sekitar satu hektare mengalami kerusakan akibat seragan hama ulat grayak.

Wilhelmus mengaku tidak mengetahui adanya petugas dari Dinas Pertanian datang melakukan pendataan tanaman jagung yang mengalami kerusakan akibat serangan hama ulat grayak.

“Saya tidak tahu apakah ada petugas yang datang, sebab saya juga belum ditanyai mengenai kerusakan serangan hama di lahan jagung saya dan teman petani lainya di Habi Langi,” tuturnya.

Tanaman kacang hijau, kata Wilhelmus, harusnya sudah mulai ditanam namun sampai sekarang bantuan yang dikatakan pemerintah akan diberikan tidak kunjung tiba di tangan petani.

Dia berharap pemerintah tidak mengingkari janji untuk memberikan bantuan benih kacang hijau mengingat kondisi petani jagung banyak yang merasa putus asa akibat serangan hama ulat grayak.

“Kami hanya menanti saja apakah benar bantuan benih kacang hijau diberikan kepada petani. Kami juga tidak tahu apakah benar ada bantuan benih kacang hijau atau tidak sebab petugas penyuluh lapangan juga tidak pernah berkunjung ke petani,” tuturnya.

Lihat juga...