Minggu Ini DCML Cilongok Mulai Budidaya Lele

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BANYUMAS — Setelah mengikuti pelatihan dengan metode bioflok di sentra budidaya lele milik salah satu peternak di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, dalam minggu ini para pemuda di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok binaan Yayasan Damandiri akan mulai mempraktekannya.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto, Selasa (25/2/2020) di dapur komunal gula kelapa Cilongok. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bertempat di dapur komunal gula kelapa Desa Cilongok, sebanyak 20 bioflok berukuran masing-masing 3 x 3 meter sedang dalam proses pembuatan dan diperkirakan sebentar lagi selesai. Bioflok ini akan digunakan untuk budidaya lele jenis sangkuriang.

“Dalam minggu ini bibit lele datang dari Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara , Kabupaten Banjarnegara dan kolam bioflok juga sudah siap,” kata Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto, Selasa (25/2/2020).

Kolam bioflok dibangun di belakang lahan tanaman vanili. Ada 7 pemuda Desa Cilongok yang siap untuk mengerjakan. Pelatihan di Kabupaten Banjarnegara pada bulan Desember lalu, diikuti oleh 12 orang dan lima diantaranya dari Trilogi.

Terkait dipilihnya lele jenis sangkuriang, Tri Riyanto menjelaskan, lele sangkuriang bisa dipijahkan sepanjang tahun, kemudian pertumbuhannya cepat dan kemampuan lele sangkuriang untuk bertelur tinggi. Sehingga produktivitas lele tinggi dan cepat panen.

“Lele sangkuriang juga relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit dan proses pemeliharaannya lebih mudah,” terangnya.

Salah satu pemuda Cilongok yang mengikuti pelatihan dan siap untuk mulai budidaya lele di dapur komunal gula kelapa, Biding mengatakan, untuk bioflok di Cilongok akan dilakukan untuk memenuhi segala kebutuhan lele. Mulai dari lele konsumsi, pembibitan dan pembesaran.

“Jadi lele yang dijual untuk konsumsi akan dikelompokan sendiri, demikian pula yang lele untuk pembibitan dan pembesaran,” jelasnya.

Lebih lanjut Biding mengatakan, budidaya lele yang dipelajari yaitu sistem bioflok. Sistem tersebut merupakan budidaya lele dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan atau flok yang bisa menghasilkan pakan untuk lele. Metode ini banyak dilakukan peternak  di Kabupaten Banjarnegara, karena mampu menghemat biaya pakan, sekaligus memperbanyak konsumsi pakan.

“Pada dasar kolam lele dilapisi terpal, setelah itu dipasang pipa pada dasar kolam yang berfungsi sebagai jalan keluar kotoran lele yang mengendap di dasar kolam. Kotoran lele ini kemudian diproses, hingga akhirnya bisa menjadi pakan. Sehingga secara hitungan sangat menghemat biaya produksi, yaitu menghemat pakan,” pungkasnya.

Lihat juga...