Intervensi Multi Sektor Tekan Angka Stunting di Kemukus Lamsel

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Imam Junaidi, Kepala Desa Kemukus Kecamatan Ketapang Lampung Selatan memperlihatkan bantuan telur dari Pemkab Lamsel dalam upaya pencegahan stunting, Jumat (28/2/2020). Foto: Henk Widi

LAMPUNG— Imam Junaidi, Kepala Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, untuk menekan stunting di desa tersebut dibutuhkan intervensi dari multi sektor. Pendataan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2014 mencapai 49 anak. Memasuki tahun 2020 menurun sebanyak 27 anak.

“Pembenahan pelayanan sekaligus memaksimalkan fungsi kader Posyandu terus dilakukan oleh desa sehingga pelayanan kesehatan bisa diberikan kepada warga,” terang Imam Junaidi saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (28/2/2020).

Penggunaan dana desa (DD) untuk intervensi pengurangan stunting menurut Imam Junaidi telah dialokasikan. Alokasi tersebut di antaranya untuk memberikan asupan gizi dengan telur bagi anak.

Langkah penurunan diakuinya bukan hanya menjadi tugas desa, dinas kesehatan. Kesadaran masyarakat yang meningkat mulai didorong dengan peran multi sektor yang terlibat. Imam Junaidi menyebut setelah ditetapkan sebagai locus stunting berbagai pihak ikut membantu upaya pengurangan. Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan melakukan langkah sesuai dengan fungsinya.

“Dinas pertanian mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran, Dinas Peternakan membantu bibit unggas, Dinas Perikanan menyediakan bibit ikan,” terang Imam Junaidi.

Hasilnya sejumlah warga yang keluarganya mengalami stunting mengalami peningkatan asupan gizi. Program dasa wisma PKK dengan penyediaan warung kebun penyedia sayuran bergizi, tanaman obat keluarga menjadi bagian mendapatkan asupan makanan bergizi.

Bantuan dari Pemkab Lamsel melalui Dinas Peternakan dalam pemberian telur menjadi cara menurunkan stunting. Imam Junaidi menyebut sebanyak 38.000 butir telur dibagikan kepada sebanyak 618 kepala keluarga di desanya. Telur ayam yang dibagikan menurutnya menjadi cara menambah gizi bagi balita dan lansia.

“Bantuan telur untuk asupan protein sekaligus dorongan agar warga ikut memelihara unggas,” tegas Imam Junaidi.

Intervensi penurunan stunting melibatkan sektor lain diakui Drh. M. Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamsel. Ia menyebut pembagian telur hanya sebagai pematik pentingnya mendapatkan asupan protein. Pada jangka panjang Disnakeswan telah memberikan bantuan bibit ungga ayam dan bebek.

“Memelihara ayam, bebek beberapa ekor bisa menjadi sumber asupan protein yang murah tanpa harus membeli,” terang M. Arsyad.

Pemanfaatan kebun, pekarangan untuk menanam buah, sayuran lanjut M. Arsyad harus digalakkan. Sebab asupan gizi seimbang bisa diperoleh masyarakat pemilik Balita stunting dengan sumber makanan dari pekarangan.

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Samsu Rizal mengakui dua desa di Ketapang menjadu locus stunting. Selain desa Kemukus dengan sebanyak 49 anak, Desa Bangunrejo sebanyak 38 anak pada tahun 2014. Upaya penurunan melibatkan semua sektor.

“Kegiatan pemberian imunisasi lengkap, pemberian makanan tambahan sekaligus sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat,” beber Samsu Rizal.

Lihat juga...