BNI Syariah Dukung Pertumbuhan Industri Fashion Muslim
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah berkomitmen mendukung Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 untuk meningkatkan pertumbuhan industri fashion muslim di Indonesia.
Pimpinan Divisi Kesekretariatan dan Komunikasi Perusahaan BNI Syariah, Bambang Sutrisno mengatakan, pihaknya sangat mendukung terwujudnya peningkatan ekosistem halal di Indonesia, salah satunya industri fashion muslim.
“Kita sudah melakukan di industri halal sampai tahun ini nilainya kurang lebih Rp27 triliun. Tapi untuk fashion muslim memang belum terlalu banyak baru sekitar Rp35 miliaran,” kata Bambang pada acara MUFFEST 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (20/2/2020).
Secara umum untuk industri halal, BNI Syariah pada tahun ini menargetkan secara bisnis peningkatan 100 persen. Adapun fashion muslim mengikuti karena belum begitu spesifik hanya fashion industri.
“Kita lebih fokus ke halal industri secara keseluruhan,” ujarnya.
Namun demikian kata dia, BNI Syariah berkomitmen mendukung Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia pada 2030.
Karena menurutnya, potensi halal di Indonesia sangat bagus sekali. Apalagi kalau bicara makro,Indonesia merupakan negara yang tidak sekedar mampu secara teknik membuat fashion. Tapi juga punyai konsumen yang besar.
“Yang paling maju pasti Indonesia, kalau negara lain barangkali mampu memproduksi tapi konsumen terbesar kan di Indonesia. Jadi saya yakini apalagi trend acara festival seperti ini banyak digelar di beberapa kota. Ini menumbuhkan industri halal atau fashion muslim di Indonesia,” ungkapnya.
Halal menjadi gaya hidup yang memberikan kenyamanan tidak hanya bagi umat muslim tapi juga umat beragama lain.
Pada fenomena hijrah gaya hidup halal, salah satunya fashion muslim, BNI Syariah juga mendukung sustainable fashion.
Karena menurutnya, konsep sustainable fashion ini tidak mengutamakan bahan baku saja. Tetapi juga memperhatikan keberlangsungan kesejahteraan pekerja, kepedulian lingkungan, dan juga memanfaatkan limbah dengan lebih eco friendly.
Dimana dalam penerapannya , sustainable fashion ini bisa memberikan keuntungan simbiosis mutualisme, antara desainer, pekerja, perajin, konsumen, dan industri fashion.
Apalagi kata dia, saat ini kalau kita bicara halal, itu pasti baik bagi umat muslim karena sesuai dengan tuntunan agama. Dan bagi orang lain yang mencoba produk halal juga pasti baik.
“Sementara namanya fashion muslim itu pasti sesuatu yang uptodate, sesuatu yang bergaya,” ujarnya.
Demikian pula menurutnya, dengan bank syariah itu juga halal, karena dijamin oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).
“Pasti gaya, karena bank syariah itu modern memiliki cabang dan bisa ATM. Tapi ngurusnya itu mulai dari kebutuhan dunia sampai akherat. Kami bisa berikan perubahan tak terbatas,” ujar Bambang.
Yakni seperti produk wakaf yang dikembangkan BNI Syariah. Dan pada MUFFEST 2020 ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan literasi keuangan syariah kepada masyarakat dengan mengenalkan produknya.
“Jadi khusus MUFFEST ini ada beberapa program mulai dari hulu ke hilir, fashion ada juga pembiayaan konsumer yang sifatnya produktif ke pelaku UMKM, yang butuh modal bisa kerja sama dengan sistem syariah,” tutupnya.