Belajar dari Prestasi, SMPN 1 Maumere Pacu Siswa Giat Belajar
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu sekolah unggulan yang menelurkan banyak prestasi baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.
Selama tahun 2019, sekolah ini pertama kalinya mengikuti lomba cerdas cermat tingkat provinsi NTT untuk mata pelajaran fisika dan biologi mewakili kabupaten Sikka.
“Kami meraih juara ketiga untuk mata pelajaran fisika sementara untuk biologi kami masuk ke babak penyisihan,” kata Nurzakia Darajat, SSi, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMPN 1 Maumere, Kamis (6/2/2020).
Nurzakia mengatakan, pihaknya merasa bangga bisa meraih juara ketiga bidang studi fisika meskipun pertama kali mengikuti lomba ini karena pesertanya berasal dari 22 kabupaten dan kota di provinsi NTT dengan jumlah 32 tim.
Dirinya mengaku bangga karena informasi perlombaan hanya diperoleh tiga minggu sebelumnya sehingga persiapan yang dilakukan pun terbatas dimana dalam seminggu selepas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap hari kecuali hari Jumat.
“Materi soal yang ditanyakan pun rata-rata level Sekolah Manengah Atas (SMA) sehingga ke depannya kita akan mempersiapkan para siswa dengan materi serupa agar bisa meraih prestasi lebih baik,” ungkapnya.
Nurzakia mengakui, timnya harus mengakui keunggulan wakil dari kota Kupang karena sekolah ini mengirimkan 4 tim dimana masing-masing tim pesertanya 3 orang sementara SMPN 1 Maumere hanya 1 tim saja.
Sementara itu, kepala sekolah SMPN 1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, SPd menyebutkan, selain itu SMPN 1 Maumere juga meraih juara pertama lomba sejenis untuk mata pelajaran matematika tingkat kabupaten Sikka.

Sekolah yang dipimpinnya kata Vitalis, mengikuti berbagai kompetisi agar para siswa bisa terasah kemampuannya dan mereka juga bisa dilatih untuk bisa percaya diri tampil di depan umum.
“Anak-anak sangat antusias dan bersemangat kalau mengikuti lomba sehingga mereka harus sering diikutkan dalam setiap ajang perlombaan. Dengan begitu para pelajar bisa termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik,” tuturnya.
Kendala yang dihadapi juga sebut Vitalis, terkadang orang tua tidak memberikan izin anaknya mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi sehingga pihak sekolah harus menggantinya dengan pelajar lainnya.
Untuk saat ini terang dia, jumlah murid di sekolah yang biasa dikenal dengan nama SMP Tampil ini sebanyak 943 orang dimana kelas VII sejumlah 314 orang, kelas VIII berjumlah 331 dan kelas IX sebesar 298 orang.
“Untuk kelas VII semuanya sekolah siang karena ruang kelas kami yang terbatas sehingga hanya kelas VIII dan kelas IX saja yang sekolah pada pagi hari. Saya ingin agar sekolah ini bisa berprestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.