Bantu Usaha Anggota Koperasi, Damandiri Hadirkan ‘Warung Kita’

MALANG — Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri menghadirkan program ‘Warung Kita’ di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, guna menyokong kebutuhan pokok semua anggota koperasi dalam mengembangkan usahanya. 

Manajer Umum KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Dian Novianti Widiasari, menjelaskan, Warung Kita mulai dibuka pertengahan bulan Februari 2020 melalui pinjaman modal awal 100 juta rupiah dari Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (KBSM).

“Warung Kita memang ditujukan untuk membantu anggota yang memiliki usaha, sehingga yang dijual berupa keperluan bahan pokok seperti minyak, tepung, beras, gula, dan lain sebagainya,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (25/2/2020).

Beras untuk anggota yang memiliki usaha warung nasi, atau tepung bisa buat untuk yang berjualan gorengan.

Disampaikan Dian, anggota koperasi yang berbelanja kebutuhan usahanya di Warung Kita akan mendapatkan harga spesial yang tentunya lebih murah dibandingkan jika mereka berbelanja di tempat lain. Kalau misalnya bahan dasarnya sendiri sudah murah berarti keuntungan yang mereka dapatkan pasti lebih banyak.

“Intinya Warung Kita ini diutamakan harga grosir sehingga harganya memang lebih murah dibandingkan dengan warung lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, karena Warung Kita masih baru dibuka, sehingga siapa saja masyarakat umum yang mau membeli di Warung Kita diperbolehkan, sembari ditawarkan untuk menjadi anggota baru koperasi. Kemudian nanti setelah pembelinya banyak, baru diterapkan dua harga.

“Kedepannya akan ada dua harga untuk anggota dan untuk masyarakat umum. Bagi anggota tentunya akan mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan mereka yang belum menjadi anggota,” terangnya seraya mengatakan,  sementara ini masih samakan satu harga.

Meskipun kurang lebih baru satu minggu dibuka, diakui Dian sudah banyak anggota maupun masyarakat umum yang berbelanja di Warung Kita. Kebanyakan dari pembeli mencari dan membeli minyak dan gula karena harganya yang lebih murah.

“Meski sebenarnya selisih harganya tidak banyak, sekitar Rp500, tapi mereka tetap datang ke Warung Kita karena mencari yang lebih murah,” akunya.

Lebih lanjut dikatakan Dian, sementara ini yang dijual masih berupa sembako. Tapi kedepannya Warung Kita juga diisi akan diisi dengan produk-produk kerajinan dari para anggota.

“Jadi produk kerajinan dari para anggota bisa didisplay di Warung Kita. Harapannya setelah kerajinan mereka didisplay di Warung Kita, bisa segera laku. Atau setidaknya kalau ada yang berminat bisa langsung kita kasih order ke kelompok,” pungkasnya.

Lihat juga...