7 Unit Usaha DCML Cilongok Siap Beroperasi Maret
Editor: Makmun Hidayat
BANYUMAS — Menjelang peresmian dapur komunal di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sebanyak 7 unit usaha yang dikelola Koperasi Utama Sejahtera Mandiri juga siap untuk beroperasi.
Tujuh unit usaha tersebut yaitu budidaya lele sangkuriang, budidaya kambing saanen, tanaman vanili, umbi, terong jepang dan pengolahan gula serta tepung tapioka.
Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat mengatakan, rencananya peresmian dapur komunal akan dilakukan pada pertengahan bulan Maret. Sehingga saat ini pihaknya tengah berupaya untuk melengkapi semua unit usaha supaya bisa berjalan pada saat peresmian.
“Kalau tidak ada perubahan, informasi dari Yayasan Damandiri peresmian dapur komunal dijadwalkan pertengah bulan Maret,” kata Riyan, Rabu (26/2/2020).
Saat ini kandang untuk budidaya kambing saanen sudah selesai pembuatannya dan siap untuk digunakan. Menurut Riyan, sebagai awal, pihak koperasi baru akan mendatangkan kambing saanen 7 ekor. Dan sisanya didatangkan setelah peresmian.
“Kita menunggu tenaga yang untuk memelihara kambing saanen siap semua, sehingga untuk peresmian nanti kita baru datangkan 7 ekor kambing terlebih dahulu, dari total 37 kambing yang kita pesan,” jelasnya.
Untuk lahan tanaman vanili dan umbi sudah ditanami. Dan untuk lahan budidaya tanaman terong jepang juga sudah disiapkan, tinggal menunggu bibit tanaman.
Terkait produksi tepung tapioka, menurut Riyan pihaknya akan melakukan uji coba kedua kali saat peresmian dapur komunal. Dalam uji coba tersebut akan diolah 5 ton singkong yang akan menghasilkan 1 ton tepung tapioka.
“Untuk singkongnya kita beli dari para petani di Desa Cilongok, karena budidaya singkong kita belum masuk masa panen, baru usia tiga bulan,” katanya.
Produksi tepung tapioka sejauh ini belum berjalan, karena masih ada beberapa peralatan yang kurang. Dan untuk produksi gula kelapa juga masih menunggu keputusan dari pihak Yayasan Damandiri tentang penggunaan bahan bakar.
Sementara itu, Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto mengatakan, untuk budidaya lele sangkuriang dengan metode bioflok, sebanyak 20 bioflok sudah selesai dibuat dan saat ini tinggal menunggu kiriman bibit lele dari Banjarnegara.
“Ada 20 bioflok dengan ukuran masing-masing 3×3 meter sudah selesai dibuat dan siap menampung kiriman bibit lele,” pungkasnya.