Warga Terdampak Banjir Berterima Kasih Dapat Bantuan YDGRK

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Warga RW 19, Kelurahan Kotabaru, Kota Bekasi Jawa Barat, terdampak banjir, menyambut antusias bantuan ratusan paket sembako dari Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto, Kamis (9/1/2020).

Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian kemanusiaan dari Yayasan Gotong Royong tersebut dan semoga barokah. Bantuan kemanusiaan tersebut di drop di halaman kantor RW 19 dan disambut antusias pengurus lingkungan setempat.

“Kami tentunya banyak berterimakasih atas kepedulian kemanusiaan dari Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Seoharto, di RW 19 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat. Lingkungan kami memang ikut merasa dan mengalami bencana banjir,” ujar Ketua RW 19, Rofi’i, kepada Cendana News, saat menerima bantuan, Kamis (9/1/2020).

Rofii, Ketua RW 19, Kelurahan Kota Baru, Kota Bekasi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada YDGRK Siti Hartinah Soeharto, Kamis (9/1/2020). -Foto: M. Amin

Rofi’i mengaku ketika banjir melanda wilayah Kota Bekasi, awal tahun 2020, lingkungannya ikut terdampak. Dikatakan 90 persen permukiman warga terendam banjir hingga masuk ke dalam rumah. Namun demikian diakuinya tidak separah tempat lain, tetapi banjir di wilayahnya cukup merepotkan warga.

Dia pun mengatakan atas kepedulian YDGRK Siti Hartinah Soeharto, kepada lingkungannya maka akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Ada 390 KK di RW 19 terdampak banjir, meski tidak setinggi ketika tahun 2007 silam banjir diawal tahun 2020 memberi dampak lingkungan tersebut.

“Kami akan bagikan kepada warga agar mereka ikut merasakan atas kepedulian Yayasan Siti Hartinah Soeharto. Kami juga mengucapkan terima kasih, kepada pengurus Yayasan. Kami RW 19 merasa bahagia atas kepedulian ini,” tandasnya.

Ia berharap kepedulian dari Yayasan Dana Gotong Royong bisa memberi pahala yang insyaallah diberikan kepada keluarga wabil khusus kepada bapak Soeharto dan ibu Tien Soeharto. “Semoga amal ibadah Bapak H.M Soeharto dan Ibu Tien Soeharto diterima Allah SWT, dan diampuni segala dosanya,” doa Rofi’i.

Menurutnya rakyat Indonesia, senantias terus mendoakan beliau, agar senantiasa bisa ditempatkan di sisi Allah SWT. Untuk Yayasan, Rofi’i berharap terus maju dan tidak bosan memberi manfaatkan bagi rakyat Indonesia .

Warga terdampak 390 KK 90 persen terdampak banjir. memang banjir tidak terlalu dalam tetapi masuk ke dalam rumah 40 centi, korban materi memang tidak terlalu dibanding wilayah lain. ada beberapa warga korban materi tidak seperti 2007, dua meter, ada beberapa bantuan tetapi tidak terlalu besar seperti diberikan Yayasan Goro.

H. Zaini, mantan pengurus YDGRK, ditemui Cendana News di kantor RW 19, Kelurahan Kota Baru, Kota Bekasi. -Foto: M. Amin

Sementara H. Zaini, mantan pengurus Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto, menyampaikan bahwa yayasan tersebut, bermula dari keprihatinan mendiang Ibu Tien Soeharto.

“YDGRK Siti Hartinah Soeharto sendiri berawal ditahun 1985, ketika Pak Harto, Presiden kedua RI diminta pidato dalam peringatan ke 40 organisasi pangan dunia (FAO/Food and agriculture Organization) di Kota Roma, Italia. Bapak Soeharto mendapat titipan dari petani Indonesia berupa beras dan padi untuk membantu bencana kelaparan di Afrika,”ujar Zaini.

Bermula dari hal tersebut, Ibu Tien Soeharto terinspirasi dan berpikir bagaimana jika di Indonesia terjadi bencana. Sehingga awal 1985 mulailah dibentuk tim untuk merumuskan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto. hingga pada 29 Agustus 1986 tercetuslah YDGRK.

Dalam perjalanannya menjadi YDGRK Hartinah Soeharto, awalnya hanya Yayasan Gotong Royong Kemanusiaan. “Alhamdulillah sejak 1986 YDGRK terus eksis tetap memberi bantuan kepada saudara yang terkena bencana alam di seluruh Indonesia sebagai bentuk bakti pada bangsa dan negara,” tukas Zaini.

Almarhumah Ibu Tien Soeharto sosok yang bisa dibanggakan karena mendiang punya pikiran jauh ke depan ketika Indonesia nanti ada bencana. Padahal ketika itu belum ada namanya BNPB dan segala macamnya tetapi muncul kepedulian untuk memikirkan dampak bencana jauh sebelum terjadi.

Menurutnya bantuan kepedulian hanya sesuai kemampuan. Namun tentunya kepedulian itu telah meringankan beban bangsa dan rakyat Indonesia atas dasar kemanusiaan. Setiap bantuan hanya sebatas kemampuan dan memang tidak besar.

Lihat juga...