Uji Coba Rudal Korut Disoroti Sekjen PBB
PBB – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, merasa begitu prihatin, karena Korea Utara mengindikasikan akan melanjutkan uji coba rudal dan nuklir.
“Sekretaris Jenderal sangat berharap agar uji coba itu tidak dilanjutkan, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan. Non-proliferasi tetap menjadi pilar dasar dari keamanan nuklir global dan harus dipertahankan,” demikian ujar juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan Kamis (2/1/2020).
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un pekan ini menyebut, tidak ada alasan lagi bagi Pyongyang untuk terikat dengan moratorium uji coba rudal balistik antarbenua dan bom nuklir. Dia menyebut, senjata strategis baru bakal segera dipamerkan. “Keterlibatan diplomatik merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan,” kata Dujarric.
Presiden AS Donlad Trump, yang di 2018 menjadi pemimpin Amerika pertama yang bertemu dengan pemimpin Korea Utara mengatakan, bahwa pemimpin tersebut telah menandatangani kontrak denuklirisasi. Trump berpikir, Kim adalah orang yang dapat dipercaya.
Trump kerap menunjuk moratorium, yang berlaku sejak 2017, sebagai tanda bahwa kebijakannya untuk terlibat dengan Korea Utara sukses. Sementara Kim keberatan, Amerika Serikat melanjutkan latihan gabungan dengan Korea Selatan, mengadopsi senjata mutakhir dan memberlakukan sanksi seraya membuat tuntutan layaknya gengster.
Pada Desember lalum Pyongyang memperingatkan Washington soal kemungkinan kado Natal, setelah Kim memberi AS batas waktu hingga akhir tahun untuk mengusulkan konsesi baru dalam pembicaraan nuklir miliknya. (Ant)