Tiga Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Terendam Banjir
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Banjir di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, ikut merendam tanaman padi milik warga sekitar seluas tiga hektare di Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu. Padi tersebut baru berusia sekira tiga puluhan hari. Akibatnya, tanaman padi berusia muda tersebut mengalami kerusakan, bahkan ada yang membusuk dan dipastikan mengalami puso. Namun, padi tersebut bukan milik kelompok tani.
“Areal persawahan lainnya seperti di Bantargebang, Mustika Jaya dan Bekasi Utara, kelompok taninya belum olah tanam. Jadi, hanya banjir saja,” ungkap Ika Septarina Sari, penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian Kota Bekasi, kepada Cendana News, di lokasi banjir Jatiasih, Senin (6/1/2020).

Ika menyayangkan, tiga hektare lahan padi yang tenggelam oleh banjir tersebut tidak ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Jika sebelumnya mendaftar asuransi, maka petani tersebut akan diganti Rp6 juta untuk luas lahan satu hektare.
Menurutnya, sesuai informasi yang dihimpunnya, beberapa kelompok tani di Kota Bekasi belum melaksanakan olah tanam. Meski ada, masih sebatas penyemaian bibit padi. Artinya, tidak ada dampak bagi petani padi, meski lahannya terendam banjir.
“Banjir di Kota Bekasi datangnya tiba-tiba. Padahal, petani seperti di Bantargebang dan Mustika Jaya sudah bersiap untuk menanam padi dan mulai menggarap areal sawahnya,” ujar Ika.
Guna mengantisipasi gagal panen akibat alam, Ika mengajak semua petani di wilayah tersebut untuk ikut asuransi. Hal tersebut untuk persiapan menghadapi gagal panen, tidak hanya karena banjir tetapi akibat hama atau lainnya.
Terpisah, petani di Kampung Dagol, Jatisari, Sumirta, mengaku belum melaksanakan olah tanam padi. Dia masih mengolah lahan yang hingga akhir Desember lalu mengalami kekeringan.
“Kami belum mulai menanam, baru olah lahan, karena sebelumnya areal sawah kami mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Sekarang malah banjir,” tukasnya.
Areal persawahan di Kampung Dagol berbatasan langsung dengan Kali Dagol. Hujan yang terus mengguyur Kota Bekasi sejak masuk 2020 membuat Kali tersebut meluap dan masuk ke areal persawahan kelompok tani setempat.
“Untuk tanam tentu sudah siap-siap, tapi lihat dulu perkembangan cuaca. Kalau banjir lagi, kan rugi,” pungkasnya.