Pusat Perdagangan Padang Terbakar, Wako: Penyebab Belum Diketahui

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Penyebab kebakaran di Lantai II Padang Theater yang terjadi pada Jumat malam kemarin hingga kini masih belum diketahui. Setidaknya ada 15 toko yang menjual buku-buku lama, pakaian, barang elektronik, di lantai II itu terbakar.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, kebakaran yang menerpa kawasan eks bangunan bioskop di pusat perdagangan Kota Padang itu patut diperiksa dan ditinjau kembali penyebabnya. Untuk itu, perlu melakukan upaya agar kondisi tersebut dapat tertangani.

Ia pun berharap pihak terkait yakni kepolisian dapat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sehingga mengetahui penyebab kebakaran dan hal serupa tidak kembali terulang. Lokasi kebakaran itu, terdapat dua lokasi sumber kebakaran.

“Selain melihat kondisi kebakaran, saya juga menemukan di Lantai II pusat perdagangan ini ada bangunan-bangunan tambahan yang dibangun, padahal hal itu tidak diperbolehkan,” katanya, saat meninjau pasca kebakaran di Padang Theater, Sabtu (4/1/2020).

Ia menyebutkan untuk bangunan yang terjadi kebakaran itu, sudah tidak representatif lagi, dan tentu instalasi listriknya pasti juga akan terganggu. Untuk itu, kebakaran tersebut sudah ditangani pihak kepolisan, dan kita akan tunggu apa hasil olah TKP-nya.

Mahyeldi menjelaskan kebakaran tersebut terjadi Jumat malam 3 Januari 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Si Jago Merah pun telah melahap setidaknya 15 kios yang berada di lantai dua Padang Theater yang ditempati pedagang pakaian, barang elektronik dan warung kopi.

Beruntung petugas pemadam kebakaran dengan sigap memadamkan api, sehingga api pun tidak menjalar ke bangunan lainnya.

Menyikapi kondisi ini, Mahyeldi menyampaikan kepada para pedagang yang terkena dampak kebakaran tersebut, baik tempat dan barang jualannya. Untuk itu, Pemko Padang akan berupaya maksimal membantu dan meringankan beban masing-masing korban ke depan.

“Mudah-mudahan dampak kebakaran ini segera teratasi dan pedagang dalam waktu yang tidak begitu lama kembali berjualan. Kepada pedagang harap sabar dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.

Lebih jauh Wali Kota Padang dua periode ini pun mengingatkan kepada seluruh pedagang di Pasar Raya Padang, agar selalu memeriksa dan memastikan listrik dan hal lainnya sewatu meninggalkan tokonya.

“Sehingga dengan demikian kita harapkan tidak terjadi lagi kebakaran dan hal yang tak diinginkan selanjutnya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Mahyeldi pun juga mengingatkan kepada seluruh warga Kota Padang agar berhati-hati menyikapi cuaca ekstrem terkadang hujan dan juga panas akhir-akhir ini.

“Maka itu kita harus waspada dan juga hindarilah colokan-colokan listrik yang terlalu banyak sambungan dan hati-hati menggunakan kompor gas dan lainnya. Sehingga dengan demikian menghindarkan kita dari musibah kebakaran,” pungkasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi bersama Wakil Wali Kota Hendri Septa dan sejumlah pimpinan OPD terkait terlihat memeriksa seluk-beluk penyebab terjadinya kebakaran sampai ke sumbernya.

Selain itu, ia juga memeriksa kondisi kawasan pasar. Yang kedapatan tidak tertata rapi ia luruskan begitu pun bangunan dan barang-barang sudah tak layak fungsi ia memerintahkan Dinas Perdagangan untuk menyikapi.

Salah seorang pedagang di Padang Theater, Hakim, mengatakan, di hari Jumat pagi – siang kondisi Lantai II tidak mencurigakan, maksudnya tidak ada bau kabel konslet atau sejenisnya. Tiba-tiba pas malam harinya, dapat telpon dari pedagang lainnya yang menyampaikan bahwa toko terbakar.

“Ya saya kaget, pas dilihat ternyata kebakaran di Lantai II, dan toko saya di Lantai I. Saya pun sempat menolong teman lainnya untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Kini, pedagang di Padang Theater berharap Pemko Padang untuk dapat membantu memperbaiki kondisi gedung bekas bioskop itu agar kembali aman dan melakukan aktivitas perdagangan. Hal ini mengingat, kawasan itu terbilang tempat yang memiliki banyak pelanggan.

Lihat juga...