Pencarian Pelajar Hilang di Pantai Laguna, Berlanjut

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Hingga empat hari pasca hilangnya dua pelajar di Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan.

Bahkan pada Sabtu (4/1/2020) siang pukul 14.00 WIB, Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan datang ke lokasi untuk memantau langsung proses pencarian korban.

Kedatangan Kapolres disertai dengan keluarga korban yang juga ikut menyaksikan pencarian korban. Kapolres memimpin doa bersama di tepi laut, supaya korban cepat ditemukan.

“Jangan lelah untuk terus mencari korban, karena keluarga sangat mengharapkan korban bisa ditemukan. Dan kepada pengelola pantai serta jajaran Polsek Mirit, jangan lelah juga untuk selalu mengingatkan pengunjung supaya tidak mandi di laut, sebab kondisi ombak sedang ganas dan cuaca juga tidak menentu,” pesan Kapolres Rudy.

Dua pelajar yang terseret ombak di Pantai Laguna yaitu Fadlun Ali Fatah (18) asal Desa Mangunranan Kecamatan Mirit dan Zam Zam (16) dari Desa Mrinen Kecamatan Kutowinangun. Keduanya terseret ombak saat sedang mandi di Pantai Laguna bersama teman-temannya pada saat libur tahun baru, Rabu (1/1/2020).

Diduga korban mandi terlalu ke tengah laut sampai menjangkau area rip current, yaitu arus balik yang terbentuk akibat arus datang tegak lurus garis pantai dan menemui garis pantai yang melengkung. Arus ini berpotensi menyeret seseorang yang berada di sekitar lokasi.

Pencarian pada Sabtu (4/1/2020) dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Basarna Cilacap dan dibantu beberapa relawan dari Kabupaten Kebumen.

Kasat Polair Polres Kebumen, IPTU K. Panjaitan, yang juga berada di lokasi mengatakan, proses pencarian korban sedikit terhambat oleh faktor cuaca dan ombak yang cukup besar.

Meskipun begitu tim gabungan tetap melakukan pencarian korban. Total ada 80 orang yang dikerahkan pada pencarian hari keempat ini.

“Kita terus upayakan pencarian, meskipun sedikit terhambat cuaca dan ombak yang ganas. Ada 80 orang yang diterjunkan dan pencarian dilakukan pada beberapa titik,” terangnya.

Tim gabungan dibagi dalam beberapa kelompok dan mulai melakukan penyisiran sepanjang pesisir pantai. Ada yang menggunakan sepeda motor dan ada juga yang menyisir pantai dengan berjalan kaki.
.
“Kita juga menyebar informasi kepada para nelayan, pemancing dan pengunjung wisata, supaya bila menemukan korban atau informasi keberadaan korban agar segera melaporkan,” kata Kasat Polair.

Ketua Tim Basarnas Cilacap, Supriadi mengungkapkan, pencarian kedua korban terus diupayakan petugas gabungan, baik di Pantai Laguna maupun di wilayah sekitarnya.

“Belum tahu sampai kapan pencarian dilakukan, yang jelas sampai hari keempat ini masih terus diupayakan pencarian terhadap kedua korban. Kita juga menyisir sampai beberapa kilometer dari lokasi korban terseret ombak, semua kemungkinan kita lakukan untuk menemukan korban,” pungkasnya.

Lihat juga...