Pemda Sikka Perlu Bantu Petani Atasi Hama Ulat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Hama Ulat Grayak yang menyerang ratusan tanaman jagung di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat para petani kewalahan untuk mengatasinya dan hanya pasrah karena tidak tahu cara mengatasi serangan hama yang kian meluas.
Para petani meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka provinsi NTT melakukan intervensi untuk mengatasi serangan hama agar tidak meluas dan membuat tanaman jagung yang baru berumur sebulan mati terserang hama.
“Kami hanya pasrah dan tidak mengetahui cara mengatasinya karena serangan hama semakin meluas. Hampir semua areal tanaman jagung terserang hama ulat,” sebut Lusi Lero petani di desa Habi, kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Selasa (28/1/2020).

Lusi katakan, tanaman jagung yang baru ditanam di awal bulan Januari hampir semua sudah terserang hama Ulat Grayak sehingga kami berharap pemerintah membantu obat-obatan untuk membasmi hama.
Menurutnya petani juga tidak mengetahui kenapa tanaman jagung terserang hama ulat karena sebelumnya paling petani hanya mengetahui hama belalang saja yang sering menyerang tanaman jagung.
“Kalau sudah begini pasti terancam gagal panen sehingga kalau bisa pemerintah cepat mengatasinya. Kami hanya tahu kerja kebun saja dan tidak tahu hama ini bagaimana mengatasinya,” tuturnya.
Lusi menyebutkan, hampir semua areal tanaman jagung di desa Habi seluas ratusan hektar hampir 90 persen mengalami kerusakan yang sama sebab rata-rata tanaman jagungnya berumur di bawah sebulan.
Dia berharap pemerintah bisa cepat turun ke lokasi untuk melihat kerusakan tanaman jagung petani agar bisa bersama-sama dengan petani mencari solusi untuk mengatasi serangan hama ini.
“Sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah sehingga kami petani juga bingung bagaimana cara untuk mengatasi serangan hama ini. Kami hanya berharap dari tanaman jagung saja,” ungkapnya.
Kepala bidang Tanaman Pangan dan Holtikulturan Dinas Pertanian (Distan) kabupaten Sikka, provinsi NTT, Kristian Amstrong, menyebutkan, hama Ulat Grayak memang menyerang hampir semua tanaman jagung petani di Sikka.
Hama ini menyerang tanaman jagung sejak pertengahan bulan Januari 2020 dimana hama menyerang di hamparan lahan jagung yang berada di dataran rendah terutama wilayah pesisir pantai yang tidak turun hujan beberapa minggu.
“Hama Ulat Grayak sudah menyerang 756 hektar tanaman jagung di kabupaten Sikka. Kami sudah melaporkan permasalahan ini kepada dinas Pertanian provinsi NTT dan petugasnya juga sudah turun melihat kondisi di lapangan,” tuturnya.