Operator Klaim Sudah Tidak Miliki Utang ke Klub
JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru atau PT LIB, selaku operator kompetisi sepak bola di Tanah Air, mengklaim sudah tidak memiliki utang kepada klub.
Mereka menyebut, sudah memenuhi semua kewajiban terkait finansial kepada klub, maupun individu yang mendapat penghargaan Liga 1 musim 2019. Direktur PT LIB, Dirk Soplanit mengatakan, aspek finansial yang dimaksud di antaranya, uang hadiah per kategori di kompetisi Liga 1 musim 2019. Ia mengklaim, semua kewajiban finansial sudah diserahkan kepada yang berhak menerima.
“Kami bersyukur bisa menggulirkan semua kompetisi yang dipercayakan ke PT LIB dengan lancar. Bukan saja aspek teknis yang kami perhatikan, sisi finansial pun kami penuhi sesuai dengan paparan di awal musim,” ujar Dirk, Rabu (1/1/2020).
Meski begitu, masih ada satu angsuran yang belum diselesaikan. Yakni, hak kontribusi komersial yang harus dibagikan kepada klub. “Tinggal satu pembayaran cicilan lagi yang akan kami kirimkan sebelum RUPS (rapat umum pemegang saham) bulan depan,” katanya.
Dirk menyebut, operator juga sudah tak memiliki uang untuk dana subsidi ke klub di kompetisi U-20. Demikian pula dengan Liga 2, klub sudah menerima uang subsidi komersial dan hadiah per kategori. “Dengan begitu, untuk musim 2019, LIB tidak memiliki utang ke klub maupun ke pihak ketiga lainnya,” tandasnya.
PT LIB pernah terlambat memenuhi kewajiban menyerahkan hadiah kepada klub pemenang kompetisi, yang berada di bawah tanggung jawabnya. Persik Kediri yang menjuarai Liga 3 musim 2018, belum mendapat hadiah hingga Mei 2019. Hal serupa juga pernah dialami oleh Persebaya Surabaya saat menjadi juara kompetisi Liga 2 musim 2017. Hingga akhir tahun 2018, Persebaya mengklaim belum menerima uang hadiah sebagai juara dari operator. (Ant)