Kepuasan Jamaah Haji Meningkat, Kemenag Siap Tingkatkan Pelayanan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Agama terus meningkatkan layanan haji dari tahun ke tahun. Apalagi Kementerian Agama mendapatkan indeks kepuasan jamaah haji Indonesia (IKJHI) yang mencapai predikat sangat memuaskan pada tahun 2019.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali, ada sembilan strategi yang disiapkan Kemenag untuk terus meningkatkan layanan haji 2020.

“Ditjen PHU sudah merencanakan sembilan strategi untuk meningkatkan pelayanan haji dan umrah mendatang,” kata Nizar di Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Dia menjelaskan adapun strategi yang dilakukan di antaranya pertama, meningkatkan diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi sebagai upaya peningkatan kuota jamaah haji dan pelayanan perlindungan para jamaah haji.

“Kedua, penetapan kloter berbasis wilayah. Ini  dilakukan sedini mungkin untuk mengefektifkan bimbingan manasik di kecamatan,” ujarnya.

Selanjutnya, ketiga, Kemenag juga menyusun respon darurat di Armuzna sebagai bagian dari prosedur pusat krisis dengan melibatkan muassasah. Keempat, penyempuranaan sistem pelaporan berbasis aplikasi mobile untuk melaporkan kloter dan pelayanan petugas yang terintegrasi dengan siskohat.

“Kelima, konsumsi full covered yaitu dengan penambahan konsumsi pada massa peak season. Jika, pada tahun sebelumnya konsumsi selama di Mekah diberikan sebanyak 40 kali, maka tahun ini akan ditambah 10 kali lagi. Jadi total diberikan konsumsi sebanyak 50 kali selama di Mekah,” ungkapnya.

Selain itu revitalisasi pengembangan asrama haji menjadi strategi keenam dilaksanakan buat meningkatkan layanan haji.

“Selain memberikan layanan kepada jamaah saat operasional haji, juga ada kegiatan layanan sosial masyarakat,” paparnya.

Ketujuh, adanya pembangunan pusat layanan haji dan umrah terpadu (PLHUT) demi mempercepat serta meningkatkan layanan haji dan umrah di kabupaten atau kota.

Kedelapan, untuk manasik sepanjang tahun untuk menambah pengetahuan manasik haji bagi jamaah. Kesembilan adalah efisiensi proses visa, yaitu dengan verifikasi dan visa request dilakukan di Kanwil.

Dia pun menyimpulkan bahwa secara keseluruhan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 sangat baik, hal ini dapat dilihat dari survei indeks kepuasan jamaah haji yang dilakukan oleh BPS mendapat nilai 85,91.

“Keberhasilan penyelenggaraan haji tidak luput dari kerjasama dari berbagai pihak dan instansi seperti Komisi 8 DPR RI, Kemenko PMK, DPD, Kemenkes, BPK, BPS, Kemenkumham, Kemenkeu, Kemendagri, Kemenlu, BPKH, Pemda serta instansi dan pihak terkait lainnya,” tuturnya.

Dia mengatakan, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah ke depan  selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah, baik dari sisi inovasi pelayanan maupun dengan peningkatan sarana dan prasarana.

“Ke depannya, kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah dengan mengedepankan sejumlah inovasi-inovasi,” tutupnya.

Lihat juga...