Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Imbau Masyarakat Selalu Waspada
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo, mengatakan prediksi BMKG terkait cuaca ekstrem yang menurut perkiraan meliputi kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada 12 Januari hingga Februari 2020 mendatang, diharap tidak terjadi seperti yang diprediksikan. Namun tetap harus siap untuk diantisipasi.
“Ya itukan prediksi, kita berharap mudah-mudahan enggak terjadi seburuk itu (yang diprediksikan),” ucap Subejo kepada Cendana News di Jalan Pesakih, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2020) sore.
Namun dia meminta kepada seluruh masyarakat maupun jajaran pemerintah, harus siap untuk mengantisipasi prediksi itu.
“Tetapi kita tetap harus mengantisipasi prediksi ini sebagai trigger kondisi yang harus kita antisipasi. Jajaran Pemprov DKI dengan stakeholder-nya harus semua antisipasi peringatan itu,” tuturnya.
Pasalnya pemerintah daerah (Pemda) sudah membentuk posko dari tingkat provinsi ke tingkat kecamatan, kelurahan yang sudah sesuai dengan aturan mekanismenya dalam penanggulan bencana. Kemudian, pihaknya akan melibatkan seluruh stakeholder di lingkungan pemerintah hingga relawan.
“Gak cuma aparat pemerintah provinsi saja, ada juga stakeholder lainnya yang membantu seperti TNI, Polri, relawan segala macem. Nanti tergabung di situ, kemudian kita pastikan sistem peringatan dini yang di bawah BPBD bisa berfungsi,” tuturnya.
Selain itu, kata Subejo, pihaknya juga berkoordinasi dengan Sumber Dinas Air (SDA) untuk memastikan pompa baik yang mobile maupun stasioner berfungsi dengan baik. Selain itu dia mengimbau, Dinas SDA harus memantau ketinggian air termasuk prediksinya.
“Kita koordinasikan dengan SDA nih yang punya pompa baik mobile juga stasioner ini harus dipastikan berfungsi. Tidak ada masalah dan selalu monitor ketinggian air segala macem termasuk prediksi,” tuturnya.
“Jadi ini semua harus dalam kondisi, istilah ini masalah persiapan, kita kan persiapan jadi dalam kesiapan bertahap persiapan terus. Jadi, istilahnya harus siap siaga terus gitu kan,” sambungnya.
Subejo mengimbau kepada instansi terkait, selalu mengingatkan masyarakat kalau ada informasi dari BMKG melalui BPBD segera disikapi. Supaya tidak terjadi adanya kerugian material. Misalnya dia mencontohkan, BMKG memberikan peringatan Siaga 3 langsung berikan tanda seperti menginformasikan lewat pengeras suara atau kentongan. Agar masyarakat tahu dan mengerti.
“Oh kita dalam beberapa hari lagi, atau beberapa jam lagi, kita akan kedatangan air. Sehingga bisa siap-siap memindahkan barang dokumen yang penting ketempat yang lebih aman. Mungkin kalau kedepannya, bisa ditinggiin. Digeser-geser dulu. Sehingga tingkat kerugiannya gak besar. Bisa kita minimalisir gitu, kita berharap seperti itu,” jelasnya.

Salah seorang warga di Kalideres, Bohar, mengaku sudah mendengar informasi soal prediksi cuaca yang ekstrem dari media sosial. Dia pun sudah mengantisipasi itu agar banjir rob tidak terjadi. Dia menilai cuaca ekstrem ini sampai hari raya Imlek mendatang.
“Saya emang sudah tahu dari media sosial, adanta prediksi dari BMKG maupun luar negeri bahwa ada banjir rob. Ya semoga aja tidak terjadi dan sampai menjelang Hari Raya Imlek kita masih ditakuti oleh hujan,” kata Bohar kepada Cendana News.
Mencegah terjadinya banjir kembali. Pasalnya, kata Bohar, kawasan ini baru saja surut dari banjir kiriman pada malam tahun baru kemarin. “Kita berharap buat Pemprov DKI untuk mengantisipasinya supaya jangan terjadi banjir kembali,” ujarnya.
Dia menilai, banjir kemarin sangat mencekam untuk anak-anak. Sehingga pemerintah kota maupun provinsi terus berusaha untuk mencegahnya.
“Kita baru surut dari banjir kemarin (malam tahun baru 2020), banjir ini sangat mencekam dan sangat buruk sekali terutama untuk anak-anak, lansia,” jelasnya.
Dia menuturkan selama banjir kemarin banyak anak-anak, dewasa hingga lansia mengalami sakit kulit. Dia meminta Pemprov DKI lebih antusias lagi peduli kepada warganya. Gubernur DKI Anies Baswedan terus memerintahkan jajarannya membantu warganya.
Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, ada beberapa wilayah di pesisir Jakarta berpotensi terkena banjir rob saat air laut pasang. Menurutnya, berada di wilayah Jakarta Utara, sementara satu wilayah berlokasi di Jakarta Barat, yakni Tegal Alur.
“Pompa-pompa mobile sudah mendekat ke area potensi terdampak pasang laut, (yaitu) Tegal Alur, Muara Baru, Muara Angke, Kali Baru, Cilincing Marunda,” ujar Juaini, dihubungi terpisah.
Dinas SDA sudah menyiagakan pompa mobile untuk menyedot air apabila banjir rob terjadi, di antaranya satu unit di Marunda Cilincing, satu unit di Kali Asin Muara Angke, satu unit di Kali Adem Muara Angke, dan satu unit di Marina Ancol untuk antisipasi rob di Kompleks Ancol Jaya Seafront.
Dinas SDA juga sudah menyiagakan truk, eskavator, serta petugas pompa stasioner di lokasi-lokasi dekat wilayah yang berpotensi terkena banjir rob. Selain itu, Dinas SDA juga menambah ketinggian tanggul dengan menumpuk karung-karung berisi pasir di atas tanggul permanen.
“Karung-karung pasir supaya tidak meluap airnya, kami bikin tanggul. Sebenarnya kan tanggulnya sudah ada, karena air pasang, khawatir meluap. Kami antisipasi supaya itu enggak meluap,” ujarnya.