BPBD Banjarnegara Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsoran
Editor: Makmun Hidayat
BANJARNEGARA — Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan tebing setinggi 60 meter yang berada di Desa Slatri, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara mengalami longsor. Longsoran tebing tersebut menutup total akses jalan provinsi karena seluruh jalan tertimbun material tanah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengerahkan tiga alat berat untuk membersihkan material longsor. Alat berat tersebut dari BPBD dan dari pihak swasta.

Kepala BPBD Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan, longsor terjadi pada Kamis (9/1/2020), tepatnya di Dusun Bolang, Desa Slatri, Kecamatan Karangkobar. Tidak ada korban, karena saat terjadi longsor kondisi jalan sepi. Hanya saja, akses jalan tertutup total.
“Hujan deras menyebabkan tebing setinggi 60 meter, dengan panjang 75 meter dan ketebalan material kisaran 7 meter longsor. Material longsoran tebing mengarah ke barat dan menutupi seluruh badan jalan,” terangnya.
Lebih lanjut Arif Rahman menjelaskan, karena hujan terus mengguyur, timbunan material tanah di jalan menjadi lumpur yang sangat licin. Petugas juga mengalami kesulitan untuk mengerahkan seluruh alat berat ke lokasi.
“Alat yang sudah masuk lokasi longsor ada tiga unit alat berat dan satu unit loader, ” jelasnya.
Proses pembersihan jalan nasional dari lumpur tersebut dilakukan bersama-sama dari mulai TNI, Polri, Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banjarnegara, Satpol PP, Tagana, BPBD serta masyarakat sekitar. Sekitar pukul 14.00 WIB material longsor selesai dibersihkan dan jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun, kendaraan harus berhati-hati karena kondisi jalan masih licin.
“Yang kita butuhkan sekarang penanda di jalan, supaya pengendara berhati-hati saat melintas di jalur yang baru saja tertimpa longsor,” kata Arif Rahman.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Banjarnegara, Andri Sulistiyo menambahkan, longsor di Kabupaten Banjarnegara terjadi sejak Rabu (8/1/2020) malam hingga Kamis (9/1/2020). Total ada 12 titik longsor yang terjadi dan terakhir longsor tebing di Kecamatan Karangkorbar yang menutup jalan nasional.
“Rabu petang itu terjadi longsor di wilayah Sikelir, Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa, di lokasi tersebut ada empat titik longsor. Lonsor di Sikelir juga menutup akses jalan nasional, sehingga masyarakat yang ingin pergi ke kawasan Dieng, harus memutar melalui jalan alternatif,” jelasnya.
Untuk ruas jalan nasional yang di Sikelir ini, menurut Andri, pada Kamis petang ini diperkirakan sudah selesai dibersihkan dan mulai bisa dilalui kendaraan kembali, sepanjang tidak ada longsor susulan.