Mendekati Pengoperasian Pabrik, Koperasi di Cilongok Gencarkan Sosialisasi
Editor: Makmun Hidayat
BANYUMAS — Memasuki minggu kedua bulan Desember, seluruh peralatan pabrik tepung tapioka maupun pabrik gula kelapa sudah lengkap. Saat ini pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri tengah gencar melakukan sosialiasi terkait rencana pengoperasian pabrik dan ketersediaan bahan baku yang akan dibeli dari para petani.
Kepala Pengelola Dapur Komunal, Tri Riyanto mengatakan, beberapa waktu lalu setelah seluruh peralatan datang, pihaknya sudah melakukan uji coba peralatan. Dan seluruh peralatan dipastikan bisa berfungsi dengan baik. Sehingga, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan sosialisasi kepada para petani, sambil menunggu finishing pembangunan pabrik.
“Dalam sosialisasi kita sampaikan bahwa pabrik yang didirikan Yayasan Damandiri di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok ini sebentar lagi akan beroperasi. Kita sampaikan juga kebutuhan bahan baku singkong untuk pembuatan tepung tapioka dan bahan baku nira untuk pembuatan gula kelapa. Sejauh ini respon para petani positif dan mereka siap untuk bekerja sama,” jelas Tri Riyanto, Senin (9/12/2019).
Dalam sosialisasi di Grumbul Dukuh dan Glempang, Desa Cilongok, para petani meminta jaminan harga untuk bahan baku, sebab selama ini mereka seringkali merugi karena hasil panen selau dibeli dengan harga rendah.

Salah satu petani singkong, Risam mengatakan, beberapa kali ia mengikuti anjuran untuk menanam jenis singkong tertentu yang dijanjikan harganya cukup baik. Namun, begitu panen tiba, tengkulak yang membeli beralasan singkong jenis tersebut sedang tidak bagus di pasaran, sehingga pada akhirnya dibeli dengan harga rendah.
“Saya tidak keberatan untuk menanam singkong jenis tertentu, termasuk singkong yang dibutuhkan pabrik untuk pembuatan tepung tapioka, namun harus ada kepastian harga terlebih dahulu dari pihak koperasi, sehingga kita tidak dipermainkan sebagaimana yang sudah pernah kita alami,” tuturnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Tri Riyanto menyampaikan, koperasi akan konsisten dalam menentukan harga bahan baku. Namun, lanjutnya, tentu saja didasarkan pada kualitas bahan baku. Untuk singkong misalnya, jika hasil panennya bagus, singkong berukuran besar dan jika digigit mengeluarkan air, koperasi akan membeli dengan harga Rp 2.000 per kilogram. Dan untuk singkong yang kualitasnya kurang bagus akan dibeli dengan harga Rp 1.000 per kilogram.
“Untuk memenuhi bahan baku singkong yang kita butuhkan, pihak Yayasan Damandiri juga akan memberikan bantuan bibit singkong yang sesuai dengan kebutuhan untuk pembuatan tepung tapioka. Bibit singkong ini akan diberikan kepada para petani dan sebagian kemungkinan akan ditanam di lahan sekitar pabrik,” terang Tri.
Untuk ketersediaan bahan baku singkong ini, pihak koperasi merangkul 30 petani di Desa Cilongok untuk bekerja sama.Sebab kebutuhan singkong untuk pabrik nantinya, mencapai 3 ton per hari.