Ketua TP PKK: Perempuan Kota Bekasi Harus Percaya Diri
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, mengajak perempuan percaya diri dan tidak takut perubahan. Perempuan memiliki kesamaan hak yang terntegral dengan hak asasi manusia.
“Perempuan memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bekasi, Jawa Barat, Gunarti Rahmat Effendi dalam seminar memperingati Hari Ibu ke-91 Tingkat Kota Bekasi di Gedung Balaikota, Kamis (5/12/2019).
Oleh karena itu lanjut Gunarti, perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabat perempuan sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Dia mengajak ibu-ibu di Bekasi memaknai peringatan Hari Ibu sebagai hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa.
Menurutnya perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya.
“Wanita Kota Bekasi cerdas dan berkelas, menjadi penyemangat bahwa kaum perempuan tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan,”tandasnya.
Peran perempuan dalam pelaksanaan pembangunan dan berpartisipasi di segenap aspek kehidupan sangat berarti dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, dan mewujudkan Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.
Gunarti, berpesan agar perempuan memiliki lima poin dalam kehidupan, yakni jangan malu dengan kekurangan harus belajar, mengetahui keahlian pada diri sendiri, jangan takut dengan perubahan, tunjukan kemampuan, dan percaya diri.
Sementara itu, Sekda Kota Bekasi , Reny, mengatakan Ibu-ibu TP PKK merupakan sosok istri binangkit yang memiliki arti sangat luas.
Istri binangkit, merupakan seorang istri yang sangat kreatif dan inovatif, tidak mau diam tanpa mengerjakan sesuatu apapun, inginnya berguna untuk siapapun dan menebar kebajikan sehingga orang-orang di sekitarnya selalu merindukannya, tentu saja terutama adalah suami dan anak-anaknya.
“Istri binangkit sangat mencintai keluarga dan juga tidak melupakan lingkungan sekitar, sekiranya bisa bermanfaat akan ia kerjakan dengan senang hati,” ujar Reny.
Menjadi kaum ibu merupakan berkah tersendiri, dan apapun yang dilakukan ibu tanpa pamrih, Tuhan memberikan kekuatan yang luar biasa kepada kaum ibu.